Dosen Farmasi Apresiasi Inovasi Julie Laiskodat Lewat Haydrink dari Kelor

95
Dosen Poltekes Kupang Jurusan Farmasi, Lely A. V. Kapitan, Spd, Sfarm, Apt, MM (kedua dari kiri) pose bersama mahasiswa Jurusan Farmasi ketika peluncuran haydrink berbahan dasar kelor di Kampus Farmasi Kupang, JUmat (24/9/2021) Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Pengajar pada Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kupang Jurusan Farmasi, Lely A. V. Kapitan, Spd, Sfarm, Apt, MM mengaku kagum dan memberikan apresiasi yang tinggi atas terobosan dan inovansi yang dilakukan Dekranasda NTT dibawah kepemimpinan Ny. Julie Sutrisno Laiskodat dan Ny. Maria Fransisca Djogo.

Betapa tidak, dengan melibatkan para mahasiswa didikannya di Jurusan Farmasi Kupang, Julie Laiskodat meluncurka sebuah brand bernama Haydrink yang merupakan franchise atau warlaba berbasis Daun Kelor pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Minuman berbahan dasar kelor itu merupakan terobosan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT pimpinan Ny. Julie Sutrisno Laiskodat dan Maria Fransisca Djogo berkolanborasi dengan Dapur Kelor Indonesia.

Inovasinya sangat bagus, apalagi dengan bahan dasar kelor dengan varian rasa dan menarik untuk anak-anak muda. Ini minuman yang menarik dan juga sehat dan aman. Baik untuk dikonsumsi apalagi di masa pandemi Covid-19,” sebut Lely A. V. Kapitan kepada SelatanIndonesia.com, Senin (27/9/2021).

Ia mengajak semua kalangan di Kota Kupang dan dimanapun berada bahwa minuman Haydrink adalah salah satu minuman yang harus dicoba karena selain aman dan punya varian rasa yang macam-macam dan harganya terjangkau.

Sejak hari Jumad diluncurkan, dan kini sudah beredar di mana-mana sehingga mudah diperoleh. Apalagi ini adalah produk kita sendiri orang NTT jadi kita harus kembangkan agar bisa bersaing dengan produk-produk lain yang sudah terlebih dahulu memiliki nama di pasaran publik,” ujarnya.

Lely Kapitan mengaharpkan, dengan pengetahuan yang diberikan oleh Dekranasda NTT dan Dapure Kelor Indonesia, para mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmunya di lapangan. “Di Jurusan Farmasi mereka sudah belajar tentang kewirausahaan dan teknik-teknik pemasaran. Mereka juga belajar memproduksi seperti Haydrink ini dan melalui kegiatan ini mereka sudah bisa langsung mengaplikasikan ilmu mereka. Harapan kami besok-besok mereka berkembang menjadi wirausaha muda di NTT yang sukses dan bisa membanggakan kami, karena bagaimanapun mereka adalah anak-anak kita sendiri,” ujarnya.

Dosen Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kupang Jurusan Farmasi, Lely A. V. Kapitan, Spd, Sfarm, Apt, MM

Diberitakan sebelumnya, peluncuran Haydrink dilakukan serentak pada Jumat (24/9/2021) di 19 titik di Kota Kupang. Peluncuean ini telah melalui beberapa proses sejak awal inisiasi hingga saat ini dimana tim Dekranasda NTT dan Dapur Kelor Indonesia bersama-sama melakukan penjaringan peserta, pelatihan berkolaborasi dengan pihak Bank BRI, Grab dan pelatihan untuk meracik minuman Haydrink.

Untuk mengikuti progam ini, peserta hanya perlu melampirkan KTP, foto lokasi penjualan beserta beberapa persyaratan untuk pembukaan tabungan di Bank BRI serta pembayaran dengan menggunakan aplikasi pembayaran non tunai. Program ini juga berkolaborasi dengan Jasa Transportasi Online Grab yang memiliki fitur GrabFood sehingga dapat memudahkan dalam melakukan pemesanan produk dari mana saja.

Ketua Dekranasda NTT, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, tujuan dari program Haydrink ini adalah untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kecakapan kaum milenial dalam berwirausaha. “Selain untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kecakapan kaum milenial dalam berusaha, tujuan program ini juga adalah pengembangan Kelor NTT yang menurut penelitian merupaka Kelor terbaik nomor 2 di dunia setelah Kelor dari Kepulauan Canary di Spanyol,” sebut Julie Laiskodat.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi NasDem ini mengatakan, kelor yang merupakan makanan super atau super food memiliki kandungan gizi dan vitamin yang sangat bagus untuk bagi tubuh terutama di saat pandemi seperti sekarang dimana tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap radikal bebas dan penyakit.

Hari resmi diluncurkan Booth Haydrink yang tersebar di beberapa titik dalam wilayah Kota Kupang dan tidak menutup kemugkinan akan dikembangkan di daerah lain di NTT. Untuk saat ini Haydrink di Kota Kupang akan dijadikan sebagai Pilot Project untuk selanjutnya dapat dikembangkan di seluruh wilayah NTT mengingat NTT memiliki potensi kelor yang berlimpah serta sudah ada beberapa daerah yang menyatakan berminat untuk mengembangkan program serupa seperti di wilayah Belu dan Malaka,” katanya.

Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, sebagai mitra Pemerintah Provinsi NTT, Dekranasda Provinsi NTT mendukung penuh Program Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk mengembangkan kelor NTT sebagai salah satu komoditi unggulan demi mewujudkan NTT bangkit, NTT sejahtera. “NTT dengan 3026 desa memiliki potensi yang luar biasa dan akan memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat jika dikembangkan dengan baik,” sebutnya.

Risma Sogen dari Dapur Kelor yang turut mendampingi Anggal Djogo mengatakan, pihaknya menyediakan serbuk Kelor dengan 10 varian rasa. “Hari ini diluncurkan dan kami siapkan 10 Dos bubuk kelor dengan 10 varian rasa secara gratis. Setelah dijual habis, nanti Anggal belanja lagi bubuk kelor yang baru di Dapur Kelor,” katanya.

Risma Sogen mengatakan, di Dapur Kelor selain bubuk kelor dengan berbagai varian rasa, juga ada aneka produk turunan kelor yang tersedia. Diantaranya Tek Clep Kelor, Teh yang bukan celup, masker wajah dari kelor dan juga ada pil kelor. ***Laurens Leba Tukan

Baca Juga:  Setumpuk Harap Warga Bloto dan Ipiebang di Pundak Bunda Julie Laiskodat
Center Align Buttons in Bootstrap