Dekranasda NTT dan Dapur Kelor Luncurkan Haydrink, Minuman Kekinian yang Digemari Milenial

221
Maria Anggelika Beatrix Djogo

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Kini telah hadir di Kota Kupang, sebuah brand bernama Haydrink yang merupakan franchise atau warlaba berbasis Daun Kelor pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Minuman berbahan dasar kelor itu merupakan terobosan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTT pimpinan Ny. Julie Sutrisno Laiskodat dan Maria Fransisca Djogo berkolanborasi dengan Dapur Kelor Indonesia.

Minuman masa kini yang tengah digemari para milenial ini, bahkan diracik dan dipasarkan para milenial di Kota Kupang. Salah satunya, Maria Anggelika Beatrix Djogo. Mahasiswi semester pertama Politkenik Negeri Kupang ini memilih berbisnis Haydrink selain untuk mendapatkan keuntungan ekonomis tetapi ingin memperkenalkan aneka produk dari daun kelor yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Selama ini para milenial jarang mau mengkonsumsi kelor olahan. Padahal ada banyak produk yang bisa dihasilkan dengan bahan dasar daun kelor selain untuk sayur,” sebut Anggal Djogo sapaan akrab gadis bersuai 17 tahun ini kepada SelatanIndonesia.com, Jumat (24/9/2021). Anggal adalah salah satu dari 19 pengusaha milenial yang mendapat bantuan dari Dekranasda NTT yang berkolaborasi dengan Dapur Kelor Indonesia yang membuka Booth Haydrinknya di Kelurahan Liliba, samping Sekolah Tunas Bangsa.

Anggal Djogo bersama para milenial lainnya di Kota Kupang mendapatkan bantuan fasilitas berupa tapsiler, tempat meracik minuman serta bubuk kelor aneka varian rasa, serta gelas dan sedotan. “Sebenarnya ini usaha tanpa modal, modal kita hanya semangat juang dan keuletan karena semua fasilitas penunjang sudah tersedia oleh Dekranasda dan Dapur Kelor. Setelah kita jualan untuk 1000 pcc pertama ini dan habis, maka dengan keuntungan yang ada kita beli lagi bubuk kelor dan aneka varian rasa itu di Dapur Kelor,” sebut Anggal Djogo.

Ia mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Dekranasda NTT dan Dapur Kelor. “Terimaksih untuk Bunda Julie Laiskodat dan Mama Maria Fransisca Djogo yang telah peduli dengan kami para milenial untuk beriwirausaha,” katanya.

Peluncuran Haydrink ini telah melalui beberapa proses sejak awal inisiasi hingga saat ini dimana tim Dekranasda NTT dan Dapur Kelor Indonesia bersama-sama melakukan penjaringan peserta, pelatihan berkolaborasi dengan pihak Bank BRI, Grab dan pelatihan untuk meracik minuman Haydrink.

Untuk mengikuti progam ini, peserta hanya perlu melampirkan KTP, foto lokasi penjualan beserta beberapa persyaratan untuk pembukaan tabungan di Bank BRI serta pembayaran dengan menggunakan aplikasi pembayaran non tunai. Program ini juga berkolaborasi dengan Jasa Transportasi Online Grab yang memiliki fitur GrabFood sehingga dapat memudahkan dalam melakukan pemesanan produk dari mana saja.

Ketua Dekranasda NTT, Ny. Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, tujuan dari program Haydrink ini adalah untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kecakapan kaum milenial dalam berwirausaha. “Selain untuk membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kecakapan kaum milenial dalam berusaha, tujuan program ini juga adalah pengembangan Kelor NTT yang menurut penelitian merupaka Kelor terbaik nomor 2 di dunia setelah Kelor dari Kepulauan Canary di Spanyol,” sebut Julie Laiskodat.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi NasDem ini mengatakan, kelor yang merupakan makanan super atau super food memiliki kandungan gizi dan vitamin yang sangat bagus untuk bagi tubuh terutama di saat pandemi seperti sekarang dimana tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang cukup sehingga dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap radikal bebas dan penyakit.

Hari resmi diluncurkan Booth Haydrink yang tersebar di beberapa titik dalam wilayah Kota Kupang dan tidak menutup kemugkinan akan dikembangkan di daerah lain di NTT. Untuk saat ini Haydrink di Kota Kupang akan dijadikan sebagai Pilot Project untuk selanjutnya dapat dikembangkan di seluruh wilayah NTT mengingat NTT memiliki potensi kelor yang berlimpah serta sudah ada beberapa daerah yang menyatakan berminat untuk mengembangkan program serupa seperti di wilayah Belu dan Malaka,” katanya.

Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, sebagai mitra Pemerintah Provinsi NTT, Dekranasda Provinsi NTT mendukung penuh Program Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat untuk mengembangkan kelor NTT sebagai salah satu komoditi unggulan demi mewujudkan NTT bangkit, NTT sejahtera. “NTT dengan 3026 desa memiliki potensi yang luar biasa dan akan memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat jika dikembangkan dengan baik,” sebutnya.

Risma Sogen dari Dapur Kelor yang turut mendampingi Anggal Djogo mengatakan, pihaknya menyediakan serbuk Kelor dengan 10 varian rasa. “Hari ini diluncurkan dan kami siapkan 10 Dos bubuk kelor dengan 10 varian rasa secara gratis. Setelah dijual habis, nanti Anggal belanja lagi bubuk kelor yang baru di Dapur Kelor,” katanya.

Risma Sogen mengatakan, di Dapur Kelor selain bubuk kelor dengan berbagai varian rasa, juga ada aneka produk turunan kelor yang tersedia. Diantaranya Tek Clep Kelor, Teh yang bukan celup, masker wajah dari kelor dan juga ada pil kelor. ***Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap