Golkar NTT Fasilitasi Kemitraan UMKM dengan BNI dan BPOM

263
Pemaparan materi dari Vice President Bank BNI Kantor Pusat, Muin Fikri dalam acara sharing session Pengembangan UMKM yang diselenggarakan oleh DPD I Partai Golkar NTT secara virtual, Rabu (15/9/2021). Foto: Tangkapan Layar zoom

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM-DPD Partai Golkar Provinsi NTT, memfasilitasi kemitraan antara pelaku Usaha Mikor Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi NTT dengan lembaga perbankan khsusnya BNI 46 dengan Badan POM NTT.

Ruang fasilitasi itu dilakukan melalui aplikasi zoom yang dibuka oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Melchias Markus Mekeng yang juga anggota Komisi XI DPR RI, Rabu (15/9/2021). Sejumlah pejabat pusat Bank BNI 46 hadir dalam forum tersebut diantaranya Muin Fikri, Vice President Bank BNI Kantor Pusat dan I Nyoman Astiawan, VP Bisnis Usaha Kecil dan Program Bank BNI Kantor Pusat.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng mengatakan, UMKM merupakan tiang penopang utama untuk mempertahankan ekonomi nasional ketika di masa krisis seperti saat ini. “Dan Bank BNI 46 telah menyedikan sejumlah skema kredit untuk mendukung pertumbuhan UMKM mulai yang paling kecil, sampai besar serta pendampingan dan pelatihan. Nah teman-teman UMKM yang bisa mengakses layanan di Bank BNI maka untuk memudahkan pengembalian, maka caranya memperbesar usaha ekonomi dengan masuk ke digitalisasi pasar,” ujar anggota DPR RI lima periode dari dapil NTT 1 ini.

Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, forum yang digagasnya itu untuk menyukseskan salah satu dari delapan Program Startegis Partai Golkar MTT yaitu Optimalissi UMKM dan Ekonomi Kreatif.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini mengatakan, beberapa kesempatannya dalam mendampingi Ketua Umum DPP Golkar yang juga Menko Perekonimian serta Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto dinilai bahwa program optimalsiasi UMKM di Indonesia berjalan sangat baik oleh pemerintah pusat. “Partai Golkar NTT ingin agar perhatian pemerintah dan semua elemen terkait agar fokus memberikan perhatian yang lebih maksimal terhadap UMKM di NTT agar bisa tumbuh lebih maju kedepan,” sebut Melki Laka Lena.

Ia berharap agar kerja sama dan sinergi harmonis antara para pelaku UMKM di NTT dengan Perbankan dan Balai POM serta semua ekosistim terkait termasuk Pemerintah baik Provinsi dan Kabupaten/Kota agar perekonomian bisa bangkit di tengah pandemi Covid-19.

Semoga acara ini sebagai pintu masuk untuk kita bisa bersinergi lebih kuat dalam mendorong, mengembangkan dan menumbuhkan pelaku UMKM di seluruh NTT. Forum ini untuk mendaratkan Program Partai Golkar NTT yaitu Optimalsisasi UMKM dan Ekonomi Kreatif sehingga bisa membantu masyarakat NTT dalam melewati pandemi Covid-19 dan tujuan akhirnya agar perekonomian warga bisa pulih,” ujarnya.

Melki memberikan apresiasi kepada jajaran Bank BNI Pusat dan daerah NTT yang telah memberikan informasi penting tentang akses permodalan bagi pelaku UMKM di NTT. “Juga untuk teman-teman dari Balai POM yang telah hadir memberikan informasi kemudahan produk UMKM,” ujar Melki Laka Lena.

Vice President Bank BNI Kantor Pusat, Muin Fikri memberikan apresiasi atas gagasan besar Golkar NTT dalam memberikan perhatian kepada UMKM. Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi NTT tercatat tumbuh 4,22 persen (YoY) jika dilihat secara c-to-c thd semester I 2020, ekonomi NTT tumbuh sebesar 2,18 persen.

Ekonomi NTT triwulan II – 2021 didominasi oleh kategori AkMaMin sebesar 24,86 persen, sedangkan disisi pengeluaran, kontribusi terbesar pada Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPTR) sebesar 11,79 persen,” sebut Muin.

Muin mengatakan, kondisi saat ini jumlah Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah Jawa lebih besar dibandingkan di NTT. “Mari jadikan kondisi yang ada bahwa di Jawa lebih besar dibandingkan NTT dari jumlah KUR, sebagai motifasi untuk merubah kondisi ini. Dan kuncinya adalah mari bergandengan tangan dan bahu membahu, saling berkolaborasi,” katanya.

Menurut Muim, potensi UMKM di NTT yang sesuai informasi sebanyak 1439 akan menjadi target intervensi dari Bank BNI 46. “Kami juga ditargetkan dan kami juga harus memenuhi target untuk menjangkau lebih banyak UMKM di NTT, sehingga kami juga kerja keras, kalau melihat potensi UMKM di NTT ini maka kesempatan bagi kami untuk beraksi lebih luas di NTT, apalagi sudah ada sinergi dengan Balai POM sehingga menghasilkan produk UMKM yang layak tembus pasar yang luas,” katanya.

Ia mempersilahkan para pelaku UMKM di NTT untuk segera mengakses berbagai layanan kredit yang disiapkan di seluruh kantor Bank BNI 46 di wilayah NTT. Bahkan ia bakal menggandeng para pelaku pasar digital untuk diajak masuk ke NTT membantu memasarkan produk UMKM dari NTT.

Kepala BPOM NTT, Tamran Ismail juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan terhadap pengembangan hasil UMKM di NTT. “BPOM NTT di Kupang bakal terus memberikan dukungan sesuai tupoksi untuk kemajuan produk-produk UMKM di NTT,” ujar Tamran.

Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga yang berkesematan tampil memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan UMKM di NTT. “Kami dari Kementrian Perdagangan siap memberikan dukungan untuk pengembangan UMKM di NTT, dan kami siap datang ke NTT,” sebut Wamen Jerry Sambuaga. ***Laurens Leba Tukan

Baca Juga:  Positif Covid di Sumba Tengah Sisa 36, Golkar Desak Aktifkan Posko dan Batasi Kerumunan Warga
Center Align Buttons in Bootstrap