Aktif Kembangkan Potensi Gamers, ESI Flotim Dipercayakan Gelar Dekranasda NTT Cup

98
Sal Sarung kas daerah Flotim yang diproduksi massal oleh Komunitas Pecinta Tenun Desa Lewokluok, Kabupaten Flotim yang wajib dipakai para finalis di Turnamen Dekranasda NTT Cup. Desa Lewokluok saat ini sedang menjadi Nominasi API 2021. Foto: EmanMawar/SelatanIndonesia.com

LARANTUKAN,SELATANINDONESIA.COM – ESport Indonesia (ESI) Kabupaten Flores Timur dipercayakan oleh Dekranasda NTT yang dipimpin Ny. Julie Sutrisno Laiskodat untuk menggelar turnamen skala Provinsi di Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Kepercayaan yang diberikan kepada ESI Kabupaten Flores Timur itu lantaran sudah empat kali lembaga yang dibina oleh Yoseph Sani Betan itu sukses menggelar turnamen di wilayah itu.

Kali ini, ESI Kabupaten Flores Timur menggelar turnamen memperebutkan Piala Dekranasda NTT. Para gamers milenial se-provinsi NTT dilibtakna secara on line untuk saling menguji kemampuan dan skill.

Katua Panitia Penyelenggara, Ardika Kabelen yang ditemui di ruang penyelenggara (CSM) Senin, (13/09/2021) di Kelurahan Sarotari Tengah, Larantuka mengatakan, game pertama yang dimainkan hari adalah FreeFire, yang bertanding sebanyak 24 Tim dengan jumlah dalam 1 Tim sebanyak 5 orang sehingga semua berjumlah 120 orang.

Pertandingan hari ini ialah babak penyisisan dan sudah mendapat 12 tim yang lolos ke babak Semi Final dan akan bertanding secara of line di S’negor Café, Mokantarak-Larantuka pada Sabtu (18/09/2021) mendatang,” sebutnya.

Sedangkan untuk pertandingan PBUG, akan diselenggarakan bersamaan dengan game FreeFire dengan mengambil lokasi yang sama di S’negor Café. “Jumlah peserta sebanyak 100 orang yang dibagi dalam 20 Tim, sekaligus penutupan dan penyerahan hadiah bagi para pemenang,” katanya.

Ketua Dewan Pembina ESI Flotim, Yoseph Sani Betan mengatakan, turnamen ini adalah sebuah penghargaan yang diberikan Dekranasda Provinsi NTT kepada ESI Flotim yang mengadakan turnamen yang kelasnya Provinsi. “Ini merupakan penyelenggaraan pertama secara On Line di seluruh kabupaten dan kota se-NTT. Maka ini merupakan sebuah kepercayaan yang diberikan dan merupakan pilot project atau seluruh model kagiatan ini akan menjadi prototype dan tentu kita melaksanakan dengan penuh kehati-hatian karena dalam masa pandemi Covid-19 sehingga tetap mengikuti protokol kesehatan,” sebutnya.

Nani Betan, sapaan akrab Yosep Sani Betan mengatakan, game yang dimainkan secara on line ini merupakan jenis kegiatan pertama yang merupakan program dari Dekranasda Provinsi NTT yang nantinya akan dilaksanakan oleh seluruh Kabupaten/Kota se-NTT.

Kami di ESI Flotim sudah empat kali menggelar turnamen ini secara off line sehingga pada waktunya, bisa berkontribusi mengirimkan atlit terbaik untuk berkompetisi di level yang lebih tinggi,” sebutnya.

Ketua DPD II Golkar Kabupaten Flores Timur ini berharap dukungan yang baik dari seluruh masyarakata kabupaten Flotim atas kegiatan ini. “Tentu kita juga berharap sejalan dengan kepercayaan ini akan muncul atlet-atlet banyak dari kabupaten Flotim dan pada waktunya kita akan mengirim atlet-atlet kita untuk bertanding pada kelas yang lebih tinggi, baik tingkat Provinsi maupun Nasional untuk mengharumkan nama kabupaten, Provinsi maupun secara Nasional,” ujarnya.

Katua Panitia Penyelenggara, Ardika Kabelen

Nani Betan berharap, para peserta bisa mengedepankan semangat sportifitas yang tinggi dan menghormati semua tahapan dan aturan yg disiapkan oleh Panitia. “Pada babak final nanti semua Pemain diwajibkan mengenakan Sal Sarung kas daerah Flotim yang diproduksi massal oleh Komunitas Pecinta Tenun Desa Lewokluok. Desa Lewokluok saat ini sedang menjadi Nominasi API 2021,” sebutnya.

Ia berharap, Dekranasda NTT tidak hanya bergerak pada Turnamen ini saja namun bias bergerak pada bidang kebudayaan, peningkatan karya intelektual warga di desa-desa sehingga terjadi kolaborasi dalam memberdayakan UMKM masyarakat desa.

Nani Betan mengatakan, sejauh ini dilihat bahwa turnamen di Flotim ini menjadi motivasi dan semangat yang tinggi. “Kita melihat bahwa turnamen ini bukan mencari kesenangan pribadi atau bukan soal seninya mamainkan IT Tekonologi tapi pada waktunya orang akan berfikir bahwa turnamen ini akan memberikan kontribusi bagi para pemain dan menjadi lahan hidup para atlet,” ungkap Nani Betan.

Untuk diketahui, peserta yang mengikuti turnamen tersebut selain berasal dari Kota Larantuka, juga datang dari Adonra, Sikka, Kabupaten TTU serta Kota Kupang. Final dari kedua game ini akan diselenggarakan secara Of Line dengan mengambil lokasi pertandingan di S’negor Café Mokantarak, Kota Larantuka.

Hadiah bagi para juara berfariasi yakni Juara 1 : Rp 7.000.000 + piala bergilir + piala tetap + mendali + sertifikat, Juara 2 : Rp 5.000.000 + piala tetap + mendali+ sertifikat, Juara 3 : Rp 2.500.000 + piala tetap + mendali+ sertifikat , Most kill : 500.000 + piala. *)EmanMawar

Editor: Laurens Leba Tukan

Baca Juga:  Memasuki Pekan Suci, Sulaiman Singhs: Alor adalah Sepenggal Surga yang Damai
Center Align Buttons in Bootstrap