Pokir Anggota DPRD SBD dari NasDem untuk Sumur Bor Dua Desa di Wewewa Utara

110
Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Charolina Louro ketika bertemu warga di Kecmatan Wewewa Utara, Kabupaten SBD untuk pembangunan sumur bor, Selasa (20/7/2021)

TAMBOLAKA,SELATANINDONESIA.COM – Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Charolina Louro bertekad membangun sumur bor untuk memenuhi kebutuhan warga dua desa di Kecamatan Wewewa Utara, Kabupaten SBD.

Perjuangan anggota DPRD itu melalui jalur pokok pikiran (Pokir) untuk memenuhi kebutuhan air untuk warga Desa Mali Mada dan Desa Reda Wano. “Ini merupakan jalur pokok pikiran (Pokir) sebagai anggota DPRD Kabupaten SBD dan ada dua titik tempat sumur bor yaitu desa Mali Mada tepatnya di dusun Gullu Watu dan untuk naikan air ini harus menggunakan genzet karena belum ada listrik. Dan desa Reda Wano tempat sumur bor berada di dusun Elomata dan itu menggunakan tenaga listrik untuk naikan air,” sebut Charolina Louro kepada SelatanIndonesia.com, Selasa (20/7/2021).

Ia menjelaskan, sumber dananya dari APBD Kabupaten SBD tahun 2021 dan teknisnya akan dikerjakan oleh Dinas Terkait. “Besar anggaran sekitaran Rp 125 juta sampai dengan Rp 150 juta per titik sumur bor,” ujarnya.

Menurut Charolin, ia terus memperjuangkan pemenuhan kebutuhan air bersih karena wilayah Kecamatan Wewewa Utara pada umumnya masih terkendala air bersih. “Hampir semua desa kekurangan air bersih, karena kami tidak punya mata air seperti kali dan air sungai. Karena kesulitan itu, kami usulkan kepada pemerintah Kabupaten SBD bahwa kami masyarakat Wewewa Utara itu butu air bersih dan itu terjawab tahun ini paling cepat pelaksanaan pada pertengahan September 2021,” katany.

Disebutkan Charolin, salah satu alternatif warga untuk mendapatkan air bersih selama ini adalah menampung air hujan. “Kalau musim kemarau panjang otomatis kami kesulitan air bersih dan masyarakat yang mampu bisa beli air tengki dan yang kurang mampu kewalahan. Apa lagi air tengki yang dijual satu tengki harga Rp 700.000, kalau perdrom Rp 10.000,” ujarnya.

Ia berharap, air sumur bor itu segera dikerjakan dan bisa tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Paling tidak untuk kebutuhan minum, dan rata-rata di desa Mali Mada dan desa Reda Wano adalah petani, sehingga air ini diharapkan debitnya besar dan bisa tersalurkan ke kelompok tani sayur-sayuran, cabe, dan umbi-umbian,” katanya.

Yabe Malo, tokoh masyarat Desa Mali Mada menyampaikan terimakasih kepada Charolin yang sudah memberikan bantuan untuk masyarakat yang pada umumnya petani. “Kami akan gunakan air ini dengan baik. Semoga air ini betul-betul disalurkan di 3 dusun yaitu dusun Gullu Walo, Gollu dan dusun Weepewa, dan 6 kelompok tani yang ada di desa kami,” katanya.

Ketua BPD Desa Reda Wano, Anderias Tamu Ama mengatakan, kebutuhan air di desanya untuk memenuhi 4 kelompok tani. “Kami berterimaksih atas perjuangan Ibu Charolin untuk kami di wilayah ini,” sebutnya.*)Benydiktus

Editor: Laurens Leba Tukan

Baca Juga:  Yulius Sangga Ate Terpilih Pimpin Desa Sangu Ate, SBD
Center Align Buttons in Bootstrap