Bupati Sumba Tengah Percepat Pengolahan Lahan Food Estate 10.000 Ha

134
Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu ketika memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pengolahan Lahan Food Estate di Rujab Bupati Sumba Tengah, Selasa )6/7/2021). Foto: PKP-SumTengh

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM – Lahan untuk pengembangan Food Estate atau lumbung Pangan Nasional di Kabupaten Sumba Tengah untuk tahun 2021 sudah tergarap 7.000 Ha, masih tersisa 3.000 Ha. Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu mendesak para Bapak Asuh yang merupakan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar segera mempercepat pengolahan yang tersisa.

Secepatnya harus dilakukan pengolahan lahan mengingat saat ini sudah memasuki bulan Juli tetapi masih banyak lahan yang belum selesai diolah,” sebut Bupati Paulus ketika memimpin rapat bersama Pimpinan OPD di Rumah Jabatan Bupati Sumba Tengah, Selasa (6/7/2021).

Bupati Paulus menegaskan, lahan Food Estate seluas 10.000 ha ditahun 2021 harus segera agar secepatnya ditanami komoditi pertanian unggulan seperti padi, jagung dan kacang-kacangan.

Baca Juga:  Sumbang Ventilator, APD, dan Mesin Jahit, Bukti Cinta Melki Laka Lena untuk Sumba Barat

“Pengolahan lahan kaitan dengan Food Estate masih belum signifikan karena baru 7.000 Ha lahan yang telah selesai diolah dan masih tersisa 3.000 Ha dari target 10.000 hektar lahan Food Estate tahun 2021 yang belum selesai diolah hingga bulan Juli,” ujarnya.

Mantan Penjabat Bupati Sumba Barat ini meminta agar dilakukan upaya percepatan pengolahan lahan sehingga tidak mengalami keterlambatan ketika memasuki musim tanam di bulan September mendatang. “Sangat penting dilakukan pendampingan dan pengawalan dari Bapak Asuh yaitu Pimpinan Perangkat Daerah agar tercipta keselarasan dan keharmonisan dalam setiap proses pekerjaan,” katanya.

Baca Juga:  Gubernur Laiskodat Percaya Bank NTT Mampu Taklukkan Rentenir

Ia juga meminta para Bapak Asuh agar secepatnya dibuatkan jadwal Bapak Asuh yaitu Pimpinan Perangkat Daerah dan dibagi tugas diseluruh desa agar bisa dilakukan pengawalan dan pendampingan pengolahan lahan sehingga akhir bulan Juli nanti, lahan 3.000 hektar tersebut bisa terselesaikan dengan menggunakan alsintan bantuan dari Presiden Jokowi.

Bupati Paulus menekankan Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi dan Sustainable (KISS) yang baik agar pengembangan kebijakan dapat tercipta keselarasan dan keserasian hubungan dalam berbagai sektor. Menurut dia, dengan KISS maka kinerjapun akan semakin meningkat. “KISS juga harus tercipta dan dilaksanakan bersama dengan para Camat, para Kepala Desa, Bapak Asuh, PPL agar pengolahan lahan bisa mencapai target yang diinginkan,” ujar Bupati Paulus.

Baca Juga:  Cegah Covid-19, Orang Asing Dilarang Masuk Rote Ndao

Mantan Kepala Inspektorat NTT ini mengingatkan agar penggunaan dan pemanfaatan alsintan harus dioptimalkan secara baik dan tepat diseluruh desa dan bukan pada beberapa desa saja. “Setiap wilayah dibangun posko-posko yang bertujuan untuk mempermudah pengontrolan dan mengevaluasi setiap pekerjaan yang terjadi dilapangan,” tegasnya.

Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumba Tengah Ir. Daniel Landa, Sekretaris Daerah Drs. Umbu Eda Pajangu, M.Si, para Asisten, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. *)PKP-SumTeng

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap