Om Ndeng, Tak Hanya Garang di Panggung Politik

495
Ketua DPD II Golkar Manggarai Timur, Vinsensius Reamur alias Om Ndeng bersama Isteri dan Anak-anaknya

Oleh: Laurens Leba Tukan

Nama lengkapnya Vinsensius Reamur. Kalau di lingkungan keluarga, akrab dipanggil Sil. Sering pula disapa Om Ndeng. Ia tidak hanya garang di panggung politik. Om Ndeng juga lincah di ring bela diri: taekwondo.

Sebagai politisi, jabatannya kini Ketua DPD Golkar Manggarai Timur. Juga sebagai Anggota DPRD Matim periode kedua. Sementara di ring bela diri, ia sejak usia remaja aktif pada organisasi PBTI (Pengurus Besar Taekwondo Indonesia). Bahkan kini menjadi Ketua Dewan Pembina Bela Diri Taekwondo Kabupaten Manggarai Timur.

Bukan tidak beralasan, ia dijuluki Om Ndeng yang artinya jagoan dalam urusan bela diri. Bahkan lantaran seringnya bertarung di berbagai kesempatan, ia sulit ditegur untuk berhenti beradu sehingga dijuluki Ndeng.

Bukan karena jago bertaekeobdo. Namanya kini meroket sebagai salah satu bakal calon Bupati Manggarai Timur pada Pilkada serentak tahun 2024. Jejak awalnya dari semangat meniti militansinya melalaui Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) semasa kuliah di Universitas Katolik Widya Karya Malang.

Sebelum menjadi DPRD Matim, pria kelahiran Borong, 5 April 1972 ini pernah menjabat sebagai Kepala Desa Lembur di Matim, periode 2007-2013. Om Ndeng juga pernah menjadi jurnalis salah satu media cetak di Kota Kupang.

Karir politiknya dimulai sejak tahun 2004 melalui Partai Golkar. “Yang menarik, saya selalu diajak bergabung ke partai Golkar. Ajakan awalnya oleh seorang tokoh senior Partai Golkar Manggarai Bapak Kosmas Jalang (Alm),” sebut Vinsensius kepada SelatanIndonesia.com, Kamis (17/6/2021).

Ia mengakui bahwa lantaran idealismenya yang membuncah, membuatnya setelah selesai kuliah, enggan bergabung dengan partai politik. Namun ajakan dan pikiran positif dari para senior partai Golkar seperti Nahas Yohanes dan sejumlah tokoh Golkar lain membuatnya siap bergabung ke partai Golkar sejak tahun 2009.

Menurut Om Ndeng, Golkar sungguh-sungguh menjadi partai yang tidak mengkultuskan salah satu figur. Artinya, Golkar menjadi partai bersama seluruh kader dan tanpa tuan sesuai tertera dalam AD/ART. Hal itu yang menjadi landasan pertimbangan Om Ndeng untuk bergabung ke Partai Golkar sampai saat ini. Apalagi, semua keputusan strategis di tingkat partai selalu berdasarkan musyawarah mufakat.

Berkat keuletan dan militansinya sebagai kader Golkar, dia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur dua periode beruntun yaitu 2014 – 2019 dan periode 2019 – 2024. Bahkan hingga kini, ia masih dipercayakan menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Manggarai Timur periode 2020-2025.

Sejumlah kisah unik tentang Om Ndeng diperoleh SelatanIndonesia.com dari berbagai sumber. Ia sering kali memborong ikan segar yang dijual ibu-ibu dari Kabupaten Ende di Desa Lembur. “Ada berapa saja penjual ikan, misalnya lima orang mama-mama dari Ende yang jual ikan segar di Lembur ketika dia jumpai di ujung kampung, maka dia membeli semuanya. Beliannya itu lalu dibagi-bagi secara gratis ke semua rumah tangga sekitarnya. Ini kelakuan Om Ndeng yang selalu diingat masyarakat,” sebut Ronis Natom, salah satu warga diaspora Matim di Kupang.

Tidak hanya itu. Om Ndeng selalu siap dengan mobil tangki air miliknya serta kursi plastik khusus untuk disumbangkan gratis kepada warga yang mengalami kedukaan. “Pokoknya kalau ada kedukaan di kampung manapun, dia pasti pergi bawa air tengki dan kursi plastik gratis selama masa berkabung di rumah duka,” sebut Ronis.

Om Ndeang mengaku bangga ketika namanya masuk dalam bursa calon Bupati Manggarai Timur untuk Pilkada 2024 mendatang. “Saya bangga, apalagi diusung oleh parpol sekelas Golkar. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Saya yakin jika rakyat berkehendak, semuanya pasti terjadi. Karena itu saya tidak boleh menutup diri untuk mengatakan bersedia maju menjadi calon Bupati Manggarai Timur,” tegasnya.

Ketua DPD II Golkar Manggarai Timur, Vinsensius Reamur alias Om Ndeng

Ditanya tentang titik kuat dan titik lemahnya pembangunan di Matim, Om Ndeng menilai, banyak janji kampanye oleh kepemimpinan Matim saat ini yang belum terealisasi. Rakyat menagih janji itu. “Memang harus juga diakui bahwa bencana Covid-19 yang melanda dunia saat ini menjadi kendala utama sehingga tidak terealisainya konsep-konsep baik yang pernah dijanjikan,” katanya.

Sedangkan titik kuat pembangunan, menurut Om Ndeng, yang sudah dijalankan sudah banyak juga yang menyentuh kepentingan rakyat mungkin soal pemerataan saja.

Om Ndeng punya konsep prioritas pembangunan jika diusung menjadi bupati
Manggarai Timur. Fokusnya menguatkan sektor Pertanian, Peternakan, Nelayan, dan Infrastruktur jalan. Juga Pendidikan, Kesehatan, Air bersih. Sektor ikuta lainnya akan banyak muncul yaitu termasuk pariwisatanya bakal hidup. “Jika semua sektor itu dihidupkan, saya berkeyakinan akan sangat mendongkrak PAD Kabupaten Manggarai Timur,” ujarnya.

Manggarai Timur selain terkenal dengan komoditi kopi terbaik dunia, juga punya perkebunan cengkeh yang luas. Menurutnya, konsep menjaga kejayaan rempah dan cengkeh mutlak diperlukan dengan membentuk asosiasi
petani cengkeh juga demi peningkatan produktivitas hasil petani.

Semua urusan akan dikolaborasi dengan dinas terkait pada level kabupaten, guna mengendalikan produsi cengkeh agar disesuaikan dengan kebutuhan pasar. “Apalagi 93 % produksi rokok dari cengkeh. Karena itu soal serius yang dihadapi petani cengkeh ketika hasil cengkeh berlimpah serta berdampak pada harga turun. Ini menjadi soal serius yang harus dicari akar masalahnya,” ujar Vinsensius.***

Baca Juga:  Wabup SBD Jadi Anggota Wantim Golkar NTT
Center Align Buttons in Bootstrap