Desa Malinjak dan Tanamodu Jadi Sentra Hortikultura Sumba Tengah

56
Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu ketika bersama para petani menanam hortikultura di Desa Malinjak, Kecamatan Katiku Tana Selatan dampingan Panah Merah.

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM – Desa Malinjak dan Desa Tanamodu Kecamatan Katiku Tana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah bakal jadi sentra hortikulutura. Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu terus mendorong para petani di kedua desa tersebut untuk memperluas lahan tanam lombok sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar saat terjadi gagal panen dan harga tinggi.

Bupati Paulus pada Selasa (8/6/2021) bersama para petani melakukan tanam lombok bersama Kelompok Tani Senja di Desa Malinjak, Kecamatan Katiku Tana Selatan dampingan Panah Merah. Disebutkan Bupati Paulus, jika ingin mengetahui cara bercocok tanam modern serta memperoleh hasil melimpah, maka harus ikuti seluruh petunjuk yang diberikan oleh Panah Merah.

“Kalau Bapak dan Ibu ingin mengetahui dan menerapkan metode bercocok tanam yang baik dan benar serta modern agar dapat menikmati hasil yang melimpah, maka harus ikuti semua petunjuk dan arahan dari Panah Merah ini karena mereka sudah terkenal di Indonesia. Panah Merah akan memberikan dampingan secara terus menerus bagaimana cara mengembangkan pola pertanian modern salah satunya pola pengairan menggunakan sistem irigasi tetes seperti yang sudah diperagakan ditempat lain,” sebut Bupati Paulus.

Disebutkan Bupati Paulus, tahap awal ini akan dibangun sumur bor, bak penampung dan keran, serta pompa. “Kita coba tahap awal bangun sumur bor, bak penampung dan pompa disini yang terintegrasi menggunakan tenaga surya, sambil Panah Merah juga mencoba mengembangkan sistem pengairan irigasi tetes yang dirasa cocok, mengingat disini ada danau Katikutama yang debit airnya cukup melimpah. Coba untuk dirancang sedemikian rupa namun sederhana dan praktis disertai dengan anggaran yang dibutuhkan seperti yang telah dilakukan ditempat lain model atau cara penggunaan dan pengelolaan sistem irigasi tetes ini,” ucapnya.

Baca Juga:  Resort Konda Maloba Abadi Lengkapi Pesona Lima Bidadari di Selatan Sumba Tengah

Lebih lanjut, Bupati Paulus kepada kelompok tani agar jangan berorientasi atau berfokus untuk tanam saja, tetapi harus berpikir pasca tanam hingga saat panen tiba. “Saat ini cabe masih menjadi primadona di pasar, ini dikarenakan harga cabe sekarang semakin meningkat karena banyak diminati oleh konsumen. Oleh karena itu, petani harus peka untuk memanfaatkan momen ini agar bisa meraup keuntungan yang lebih melalui kerja keras yang ditunjukkan untuk terus giat mengembangkan usaha ini,” katanya.

Paulus yang akrab dikenal sebagai Bupati Food Estate ini berharap agar cabe bisa menjadi brand yang ditonjolkan di pasaran. “Harus ada brand (merek) yang ditonjolkan dipasaran misalnya cabe ini harus dicantumkan label bahwa cabe asal kelompok tani Senja sehingga dapat diketahui oleh pedagang dan pembeli. Jika kita sudah berpikir sampai kesini maka dengan mudahnya kita makin memperoleh peluang yang lebih besar untuk meraup keuntungan yang melimpah lewat brand kita tadi yang mulai terkenal,” ujarnya.

Usai melakukan penanaman lombok secara simbolis, Bupati Paulus melanjutkan peninjauan ke lokasi lahan baru yang dikerjakan kelompok tani Angin Sepoi yang direncanakan akan diuji coba untuk pengembangan bawang merah pada lahan seluas 3 Ha yang berada di Lairabas, Desa Tanamodu, Kecamatan Katiku Tana Selatan.

Dikatakan, agar lokasi ini terus digarap lebih luas lagi karena tanahnya subur. “Minggu depan akan diturunkan 20 unit traktor untuk brigade, dan kelompok tani harus persiapkan lokasi ini dengan baik karena nantinya akan kita siapkan untuk launching jika ada kunjungan Bapak Gubernur, Dirjen atau Menteri kita bisa arahkan untuk ke tempat ini,” katanya.

Bupati Paulus menambahkan, untuk penyiapan lahan tahun depan akan menggunakan sistem TOT (Tanpa Olah Tanah) kepada Kepala Desa Waimanu, Manurara, Malinjak dan Tanamodu menyiapkan lahan seluas 500 hektar pada tahun depan. “Tahun depan pengolahan lahan akan menggunakan sistem Tanpa Olah Tanah (TOT) dan pengairannya pun akan dicoba dengan sistem irigasi tetes yang sederhana namun praktis,” ujarnta.

Bupati Paulus berkesempatan mengelilingi kebun kelompok tani Angin Sepoi yang ditanami berbagai aneka hortikultura seperti sayuran, tomat dan lombok, Bupati memuji dan mengapresiasi apa yang ditunjukkan oleh kelompok tani tersebut. “Tempat ini sungguh sangat menjanjikan karena tanahnya yang begitu subur dan terdapat beberapa sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk mengairi areal kebun yang ada disini. Saya minta kepada Camat, Kepala Desa, Bapak Asuh, Penyuluh dan Kelompok Tani harus terus mengawal dibawah dampingan Panah Merah ,” ucapnya.

Diketahui, PT East West Seed Indonesia (EWINDO) merupakan perusahaan pembibitan terpadu di Indonesia yang memproduksi, mengembangkan dan menjual benih sayuran herbisida tropis di bawah nama merk cap Panah Merah.

Baca Juga:  Kunjungi Food Estate di Sumba Tengah, Menteri Suharso: Bappenas Dorong Optimalisasi Sarana dan Prasarana Air

Lebih lanjut Bupati menyarankan agar segera berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) NTT di Kupang agar bisa dibangun jaringan irigasi guna mendukung kelancaran pengairan pada lahan pertanian tersebut untuk pengembangan jagung dan bawang nantinya maupun hortikultura.

“Saya sarankan supaya segera koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) NTT di Kupang agar mereka bisa membantu dengan membangun jaringan irigasi disini guna mendukung kelancaran pengairan pada lahan pertanian tersebut untuk pengembangan jagung dan bawang nantinya maupun hortikultura, maka harus berani memulai dulu jangan berpikir hasil, supaya menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras lagi.” ucap Bupati.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Bidang Administrasi Umum, Ferdinand Umbu Kabalu, SE, Camat Katiku Tana Selatan, Marthen U. Bewa, S.Sos, Kepala Desa Tanamodu dan Kepala Desa Malinjak serta para anggota kelompok tani Senja dan kelompok tani Angin Sepoi.*)PKP-SumTeng

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap