Kunjungi Food Estate di Sumba Tengah, Menteri Suharso: Bappenas Dorong Optimalisasi Sarana dan Prasarana Air

157
Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa didampingi Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu ketika berada di Bukit JW Food Estate, Desa Makatakeri, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Jumad (4/6/2021).

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM – Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Suharso Monoarfa berkomitmen untuk terus mendorong optimalisasi sarana dan prasarana sumber daya air, baik air permukaan yang meliputi embung, bendungan, long-storage, jaringan irigasi, maupun air tanah.

Langkah itu diambul untuk menyokong secara penuh target luas tanam sekitar 10.000 Ha untuk memaksimalkan program food estate atau lumbungan pangan Nasional di Kabupaten Sumba Tengah. “Kita juga perlu mendorong penyediaan sarana dan prasarana pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) terutama belalang. Juga menindaklanjuti kemitraan bisnis dengan off-taker yang selama ini sudah diinisiasi,” sebut Menteri Suharso ketika berkunjung di Buktif JW Food Estate, Desa Makatakeri, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Jumad (4/6/2021).

Selain itu, kata dia, Bappenas juga perlu memastikan penggunaan varietas unggul adaptif dan teknis budidaya pertanian konservasi, hingga melaksanakan pendampingan dan fasilitasi kepada Gabungan Kelompok Tani yang sudah terbentuk untuk diarahkan pada pengembangan korporasi petani.

Disebutkan Menteri Suharso, food estate adalah wujud dan komitmen Pemerintah Daerah NTT dalam menjaga stabilitas pangan serta menghadirkan pertanian yang maju dan modern. “Tentunya saya ingin melihat major project yang ada di Sumba seperti food estate dapat berjalan dengan baik kedepannya sehingga benar-benar dapat mewujudkan apa yang dinamakan ketahanan pangan, serta pertanian juga semakin maju dan modern,” ujarnya.

Dikatakan, Food Estate atau lumbung pangan Nasional merupakan Kawasan Sentra Produksi Pangan di Sumba Tengah dengan komoditas utama padi dan jagung yang diarahkan mampu meningkatkan ketahanan pangan nasional. “Termasuk mengantisipasi krisis pangan melalui pengembangan KSPP di luar Jawa, sekaligus meningkatkan produktivitas dan meningkatkan Indeks Pertanaman,” katanya.

Ia menambahkan, pada 2021 pemerintah memfasilitasi luas tanam seluas 10.000 hektare, meliputi padi sekitar 5.600 hektare dan jagung sekitar 4.400 hektare. “Bentuk fasilitasi yang telah diberikan selama ini, terutama penyediaan sarana produksi pertanian, alat mesin pertanian baik sebelum panen dan pasca panen, sarana pengendalian organisme pengganggu tanaman, serta sarana air pertanian, termasuk sumur bor panel surya. Selama ini, pelaksanaan food estate telah melibatkan sekitar 91 kelompok tani padi dan 87 kelompok tani jagung,” ujar Menteri Suharso.*)PKP-SumTeng

Editor: Laurens Leba Tukan

Baca Juga:  Tidur di Desa Colol, Gubernur Laiskodat Resmikan Lopo DiaBisa BumDes Binaan Bank NTT
Center Align Buttons in Bootstrap