Tim Setkab RI Apresiasi Keberhasilan Food Estate Sumba Tengah

176
Salah satu lokasi Food Estate di Desa Makatakeri, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah. Foto: Try

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM – Program Food Estate atau lumbung pangan Nasional di Kabupaten Sumba Tengah mendapat apresiasi dari Tim Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Apresiasi itu disampaikan ketika empat orang Tim Setkab RI mengunjungi Kabupaten Sumba Tengah, Jumat (28/5/2021). Kunjungan tim tersebut diterima oleh Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu dan Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa bertempat di Rumah Jabatan Bupati Sumba Tengah.

Ketua Tim Setkab RI, Zaenal Arifin, SH.,MH mengatakan, tujuan kehadiran mereka di Kabupaten Sumba Tengah untuk mengawal dan memastikan implementasi kebijakan pemerintah terkait pelaksanaan program Food Estate atau lumbung pangan Nasional diatas lahan seluas 5.000 Ha.

Program ini telah berjalan sejak bulan Oktober 2020, serta pengembangan Food Estate pada tahun 2021 seluas 5.000 Ha. “Arahan Bapak Presiden Jokowi ketika berkunjung untuk meninjau pelaksanaan Food Estate di desa Makatakeri, Kecamatan Katiku Tana pada bulan Februari lalu bahwa Kementerian Pertanian segera menambah Alat Mesin Pertanian (Alsintan) seperti hand traktor roda 2, traktor besar roda 4 dan combine harvester (mesin panen padi modern). Juga kepada Kementerian PUPR untuk segera membangun embung dan sumur-sumur bor agar segera direalisasikan guna menunjang kelancaran pelaksanaan Food Estate di tahun 2021, dimana adanya penambahan areal lahan seluas 5.000 Ha sehingga total luasan lahan Food Estate menjadi 10.000 Ha,” sebut Zaenal.

Dikatakan Zaenal, pihaknya datang untuk melihat persiapan yang dilakukan Pemda Sumba Tengah dan masyarakat petani. “Kami melihat sejak September 2020, Food Estate ini sudah berhasil. Kami apresiasi kepada pemerintah dan para petani yang telah berhasil, dan ini harus dilanjutkan serta terus bangun kerja sama dengan Kementerian terkait dan stakeholder di daerah untuk pengembangan Food Estate ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tahap pertama Food Estate sudah dilakukan panen dengan hasil mencapai 5 ton per hekatare. “Food Estate ini perlu dilanjutkan dengan dukungan-dukungan yang dibutuhkan seperti alsintan dan pengairan
serta perlu dibentuk korporasi pertanian agar hasil Food Estate bisa terorganisir,” katanya.

Zaenal mengatakan, komitmen Persiden Jokowi untuk mengembangkan Food Estate di Sumba Tengah sebagai bukti nyata kecintaannya kepada rakyat. “Beliau hadir untuk melayani rakyat. Kami akan melaporkan keberhasilan ini kepada Bapak Presiden atas kerja keras Pemda dan para petani Sumba Tengah sehingga dalam tempo 5 bulan sudah selsai dikerjakan. Kami catat kebutuhan alsintan untuk 6.000 Ha, kebutuhan irigasi dan sumur bor serta embung, juga rumah mandiri, air bersih,” katanya.

Ia berharap, program Food Estate di Sumba Tengah dapat memberikan dampak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta bisa meningkatkan kemandirian pangan. “Jika ada hambatan atau halangan yang ditemui di lapangan bisa disampaikan untuk diteruskan ke kementerian terkait agar ditindaklanjuti dengan berbagai sentuhan teknologi agar membuat peradaban pertanian yang baru dan endingnya nanti ada branding baru yaitu beras Sumba Tengah yang siap diexport keluar,” jelasny.

Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu saat itu mengatakan, untuk pengembangan Food Estate pihaknya masih membutuhkan 50 traktor besar, karena yang ada saat ini hanya 30 unit. “Karena pengolahan lahan kami sangat luas dan butuh waktu selama 2 bulan, tetapi jika ada tambahan alsintan traktor maka pengolahan kami bisa lebih cepat. Juga kami sangat butuh pembangunan sumur bor dan irigasi serta embung,” sebut Bupati Paulus.

Ia menjelaskan, pengelolaan alsintan saat ini masih dikelola oleh Bupati dan Wakil Bupati sambil dilakukan koordinasi dengan dinas untuk menyiapkan UPTD. “Untuk sementara ini kami simpan di Rujab. Kami sedang kerja sama dengan operator senior untuk melayani pelatihan teknis penggunaan combine. Kami sediakan dana untuk 1 alsintan Rp 1 juta. Tidak boleh jadi alasan alsintan rusak disaat masyarakat butuh,” sebutnya.

Bahkan, pihaknya kini sedang mengupayakan untuk membangun bengkel perawatan alsintan. “Kami pekerjakan semua SDM yang punya keahlian untuk diberdayakan menjadi operator alsintan. Kami siapkan dana untuk operator yang diambil dari dana desa dan APBD. Kami sangat berterima kasih kepada bapak Presiden yang telah memberikan perhatian dan cinta kasih, telah datang mengunjungi kami dan meninjau pelaksanaan Food Estate,” ujarnya.

Bupati Paulus mengaku bangga lantaran ada penambahan 5.000 Ha sehingga menjadi 10.000 Ha. “Saat ini sedang dilaksanakan pelatihan bagi kelompokkelompok tani sebanyak 300 kelompok tani dan kami bertekad Food Estate dapat menjadi branding pertanian moderen,” sebutnya.

Ia menambahkan, Pemda dan petani Sumba Tengah telah mencoba dalam tempo 3 bulan, hasil yang diperoleh mencapai 5 ton per hektar. “Sebelumnya hanya 3 ton. Mestinya kami bisa dapat hasil 6 ton bahkan 7 ton tetapi akibat adanya badai seroja dan hama penyakit mengakibatkan hasil produksi menurun,” katanya.

Bupati Paulus menjelaskan, biaya yang dikeluarkan untuk pengolahan sebelum adanya Food Estate mencapai Rp 7 juta per hektar, namun setelah ada program Food Estate, biaya yang dikeluarkan untuk per hektar berkisar Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. “Ini telah menghemat biaya sebesar 70 persen. Alsintan akan membuat pola kerja lebih baik lagi dan para petani merasa terbantu dengan Food Estate. Kami harapkan, Food Estate berlangsung hingga 2023 dan setelah itu kami akan mendiri. Air masih menjadi kesulitan tersendiri, tetapi saat ini kami sedang bangun bebrapa embung dan sumur bor yang tersebar di zona-zona Food Estate,” katanya.

Dikatakannya, potensi debit air di Sumba Tengah mencapai 500 liter per detik, dan jika dikerjakan maka bukan tidak mungkin, Sumba Tengah bisa mengembangkan Food Estate lebih dari 10.000 Ha. “Kami harapkan juga bendungan segera dibangun untuk membantu mengairi lahan Food Estate. Karena jadwal kalender kerja bulan Juli sampe Desember kami all out dan kerja keras untuk optimalkan demi Sumba Tengah. Kami tidak merasa miskin lagi karena Food Estate, dan itu kami giat menyampaikan disetiap kesempatan ketika kami berkunjung ke desa-desa,” sebut Bupati Paulus.*)PKP-SumTeng

Editor: Laurens Leba Tukan

Baca Juga:  Panen Jagung di Ngadubolu, Bupati Sumba Tengah Prioritaskan Warga Miskin
Center Align Buttons in Bootstrap