Libby Sinlaeloe, Aktivis Perempuan yang Lebarkan Langkah ke Panggung Politik

188
Libby Sinlaeloe

Oleh: Laurens Leba Tukan

Namanya tak asing. Lumayan dikenal luas sebagai aktivis perempuan. Setidaknya di Kota Kupang dan sekitarnya. Bahkan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Siapa gerangan dia? Nama lengkapnya lumayan panjang: Welhelmintje Sartji Libby Sinlaeloe. Lazim dipenggal saja menjadi Libby Sinlaeloe. Gaya sapa serta responsnya hangat dan akrab, namun tegas menegakkan hal prinsip.

Agar lebih fokus mewujudkan semangat juangnya, sang aktivis yang bergelut sejak 20-an tahun lalu, melengkapi kiprahnya dengan mendirikan sebuah lembaga khusus bernama: Rumah Perempuan. Libby yang pada 5 Agustus 2021 genap berusia 50 tahun, sejauh ini dikenal selalu total menekuni perjuangannya.

Ia rela menguras waktu dan tenaga melakukan advokasi mendalam bila ada kaumnya menjadi korban kekerasan, alami pelecehan, KDRT, ketidakadilan atau persoalan lainnya. Mungkin ia sadar kalau daya advokasinya kurang bernyawa jika tetap hanya bertumpu dari lembaganya: Rumah Perempuan. Buktinya, Libby melebarkan langkahnya ke panggung politik. Jejaknya pun tegas, mulai bergabung dengan Partai Golkar NTT sejak tahun 2017.

Hari hari belakangan ini namanya kian melambung. Peniupnya adalah ketika Golkar NTT menggulirkan para kader potensialnya sebagai bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur untuk Pilgub 2024. Salah satu di antaranya adalah Libby Sinlaeloe sebagai bacawagub.

“Saya sebenarnya sudah sejak kecil mengenal dunia politik. Itu karena lingkungan keluarga saya banyak yang politisi,” tutur Libby kepada Selatan Indonesia.com, Kamis (13/5/2021). Sekadar mendukung pernyataannya, Libby menyebut sejumlah contoh. Sebagai misal almarhum ayahnya, Benyamin Sinlaeloe aktif bersama Golkar sejak tahun 1970-an. Alm Benyamin bahkan pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Kupang. Contoh lainnya, John Imanuel Sinlaeloe, adik kandung Benyamin Sinlaeloe, atau bapak kecil Libby. Karier politik alm John Sinlaeloe malah lebih moncreng. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD NTT.

Lulusan S1 dari Fakultas Peternakan Undana Kupang, Libby mengaku sejak lama konsen berjuang untuk isu perlindungan perempuan dan anak. Jejak kiprahnya disambungkan ke partai politik, yakni bergabung dengan Golkar. “Saya tertarik masuk politik selain menguatkan misi Rumah Perempuan, juga
karena ingin belajar lebih dalam tentang politik melalui partai politik. Tujuan lainnya untuk pengayaan wawasan dan perluas jaringan,” papar Libby.

Lebih dari itu. Misi lain Libby berparpol adalah ingin menginspirasi kaumnya agar juga berparpol. Diakuinya, selama ini dirinya lebih banyak konsen bekerja untuk wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Bersama Partai Golkar, ke depannya berpartisipasi aktif untuk seluruh (22) kabupaten/kota se-NTT. Itu karena Libby dipercayakan sebagai Wakil Ketua Bidang Perempuan DPD I Golkar NTT, juga sebagai Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) NTT.

Menurutnya, politik itu indah jika dilakukan dengan iklas. Pasalnya, ketika bekerja dengan iklas maka apa yang tidak terbayangkan bakal berpihak padanya. “Misalnya seseorang masuk partai dengan tujuan tertentu, maka ketika dia tidak mendapatkannya maka dia akan lari meninggalkan partai. Tetapi jika kita di organisasi, apa saja kita kerjakan dengan iklas maka kita bahkan mendapatkan lebih dari yang dibayangkan. Untuk itu tugas kita adalah bekerja dengan iklas. Mungkin ada orang yang menilai bahwa orang itu rajin karena cari muka dan lainnya. Bagi saya, tidak peduli dengan penilain orang, saya terus bekerja di partai dengan iklas,” ujar Libby.

Ketika namanya terjaring masuk sebagai salah satu bacawagub NTT dari Partai Golkar, hal itu diakuinya jauh di luar dugaan dan targetnya berpolitik. Kata Libby, target dirinya berpolitik sebenarnya hanya dua, yaitu melakukan pendidikan pokitik perempuan dan memperluas jaringan. Seiring pengguliran namanya sebagai cawagub, bagi Libby adalah bukti kobsistensi Golkar yang membuka ruang lebar bagi kaum perempuan. “Utuk itu saya memberikan apresasi tinggi,” ungkap Libby.

Patuh dan Bangga

Sebagai kader partai Golkar, ia mengaku tunduk dan patuh terhadap perintah partai jika dikehendaki untuk maju menjadi Calon Wakil Gubernur NTT pada Pemilikada 2024. “Saya bangga terjaring masuk dalam bursa Balon Wagub NTT dari Partai Golkar karena sebagai aktivis perempuan, apa yang selama ini didorong dalam kerja-kerja lembaga swadaya masyarakat sejak tahun 2000 sudah ada hasilnya. Perempuan jika masuk di partai politik tidak hanya urus konsumsi. Kami juga pantas mendapatkan jabatan strategis, bahkan masuk dalam bursa Balon Wagub NTT dari Golkar,” ujar Libby.***

Baca Juga:  Solusi Cerdas Inche Sayuna Agar Tidak Lagi Saling Rebut Jenazah Covid
Center Align Buttons in Bootstrap