Hari Ini Ile Lewotolok Kembali Erupsi, Warga Jontona Dihimbau Waspada Longsor dan Awan Panas

795
Kondisi erupsi Gunung Ile Lewotolok, di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (18/4/2021) Foto: Stanislaus Ara Kian

LEWOLEBA,SELATANINDONESIA.COM – Tim Pemantau Gunung Ile Lewotolok melaporkan, hari ini telah terjadi erupsi Gunung Ile Lewotolok, di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pada tanggal 18 April 2021 pukul 11:01 Wita terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.500 m di atas puncak (± 2.923 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah selatan dan barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 8 mm dan durasi ± 52 detik,” sebut Pengamat Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, Minggu (18/4/2021) kepada SelatanIndonesia.com.

Disebutkan Ara Kian, saat ini Gunung Ile Lewotolok berada pada Status Level III atau Siaga dengan rekomendasi kepada mmasyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah Gunung Ile Lewotolok.

Masyarakat Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya longsoran material lapuk yang dapat disertai oleh awan panas dari bagian tenggara puncak/kawah Gunung Ile Lewotolok,” sebutnya.

Ara Kian juga mengatakan, mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya, maka masyarakat yang berada disekitar Gunung Ile Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

“Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Gunung Ile Lewotolok maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ile Lewotolok agar mewaspadai ancaman lahar terutama disaat musim hujan,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi Gunung Ile Lewotolok setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. “Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation),” ujarnya.

Dikatakan Ara Kian, seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, dan tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Ile Lewotolok yang tidak jelas sumbernya. “Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung,” sebut Ara Kian.***Laurens Leba Tukan

Baca Juga:  Covid di Kota Kupang Tembus 2.451, 67 Orang Sudah Meninggal
Center Align Buttons in Bootstrap