Sukacita Warga untuk Bupati Paulus yang Hadirkan SPAM Waisoka

270
Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu ketika meresmikan SPAM Waisoka ditandai dengan pembukaan kran air di depan rumah warga Desa Ole Ate, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah, Sabtu (27/3/2021). Foto: Try

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM – Kepala Desa Ole Ate, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah, Frans Nani menyampaikan rasa syukur dan terima kasih berlimpah atas atas perhatian dan ketulusan Pemerintah Daerah melalui Bupati Paulus S. K. Limu. Pasalnya, Pemda telah mengerjakan mata air Waisoka untuk pemenuhan kebutuhan warga yang selama bertahun-tahun lamanya mengalami kesulitan air.

“Mewakili seluruh elemen masyarakat, kami berterima kasih kepada Pemerintah Daerah yang sudah membangun air ini buat kami. Kami bersukacita dan berbahagia mendapatkan berkat Tuhan lewat air ini, dan akan kami manfaatkan sebaik-baiknya,” sebut Kepala Desa Ole Ate, Frans Nani ketika berbicara dalam acara pengresmian Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Waisoka di Desa Ole Ate, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah, Sabtu (27/3/2021).

Ia berjanji, bakal menggerakkan seluruh masyarakat untuk memanfaatkan SPAM Waisoka untuk pemenuhan kebutuhan serta memajukan pertanian di wilayah itu. “Kami akan mejaga baik-baik semua fasilitas yang disediakan ini karena yang dibangun Pemda ini untuk kami masyarakat,” sebut Kades Frans Nani.

Baca Juga:  Wagub Nae Soi: Pengembangan Pariwisata NTT Butuh Digitalisasi

Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu mengatakan, air Waisoka merupakan yang paling bersih dan bisa langsung diminum karena tidak ada zat kapur yang terkandung didalamnya. “Saya meyakini bahwa air di Waisoka ini merupakan air yang paling jernih dan terjaga keasliannya sehingga dapat langsung diminum walaupun belum dimasak karena tidak mengandung zat kapur,” sebut Bupati Paulus.

Disebutkan, pada bulan Desember 2019, ia bersama beberapa Pimpinan Perangkat Daerah, Asisten dan Camat Mamboro datang melihat air ini dan dijelaskan bahwa Waisoka harus segera dikerjakan, karena warga sekitar sudah berpuluh-puluh tahun harus berupaya keras untuk mencapai mata air Waisoka.

“Keatika di Desember 2019 kita datang meninjau mata air Waisoka ini dan setelah melalui jalan panjang dan kerja keras akhirnya bisa tiba di mata air Waisoka. Walaupun tidak semuanya bisa sampai, mengingat akses jalan dan medan yang cukup sulit dilalui, sehingga mereka bersepakat bahwa air tersebut harus dikerjakan pada tahun 2020,” katanya.

Baca Juga:  Gandeng OPD Teknis, Ketua Golkar Sumba Tengah Menginap di Desa Berantas Hama Belalang

Bupati Paulus mengatakan, pada bulan Juni 2020, mata air Waisoka mulai dikerjakan dengan menelan biaya sebesar Rp 8 milyar selama 7 bulan dan pada bulan Desember 2020 selesai dikerjakan.

“Sepanjang tahun 2020, saya sudah 27 kali datang berkunjung ke desa Ole Ate dan meninjau pelaksanaan pekerjaan pembangunan mata air Waisoka ini.
Hari ini Saya resmikan penggunaan air ini untuk dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat,” katanya.

Mantan Penjabat Bupati Sumba Barat ini mengakui, hingga kini masih ada 215 Kepala Keluarga (KK) di wilayah dusun 3 dan dusun 4 tepatnya di Waikalada, belum mendapatkan pelayanan air bersih ini. “Saya perintahkan agar di perubahan anggaran tahun 2021 ini, segera dianggarkan penambahan pipa sepanjang 1 Km dari bak air menuju ke wilayah Waikalada, sehingga paling lambat bulan Nopember tahun ini masyarakat di Waikalada sudah bisa menikmati air ini,” sebut Bupati Paulus.

Ia mengapresiasi semangat gotong royong dan kerja keras yang dilakukan oleh masyarakat Desa Ole Ate selama mengerjakan air Waisoka. “Saya bangga dan memberikan apresiasi atas semangat gotong royong dan kerja keras yang ditunjukkan masyarakat Desa Ole Ate, sehingga saya selalu menyempatkan diri hampir tiap minggu datang berkunjung kesini,” katanya.

Baca Juga:  Hujan Program Kementan di Sumba Tengah dari Food Estate, IP 400 dan IFS

Mantan Kepala Inspektorat Provinsi NTT ini mengajak seluruh masyarakat Ole Ate untuk memanfaatkan air ini dengan baik sesuai dengan kebutuhan.
“Saya mengajak kita semua untuk merawat dan menjaga sarana air Waisoka ini sehingga kita semua dapat menikmati air ini bagi kelangsungan hidup kita sehari-hari. Air ini merupakan berkat dari Tuhan bagi kita lewat perjuangan dan kerja keras kita bersama,” ujarnya.

Hadir dalam acara peresmian tersebut Anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah Okta Dowa Ngailu, dan Yulius Delu Pila, Camat Mamboro Kerinapu, Kepala Desa Ole Ate, Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Sumba Tengah Sovyan Kalowo, Kepala Puskesmas Elvis Umbu Sulung, serta Babinkamtibmas, Babinsa, Tokoh Masyarakat serta warga masyarakat Desa Ole Ate dan sekitarnya.*)ProkompiSumTeng

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap