Komitmen FKPT Lawan Covid dan Radikalisme dari Labuan Bajo

37
Asisten III (Bid. Administrasi Umum) /Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) NTT, Johana Lisapaly, SH, M.Si ketika berbicara mewakili Wagub NTT pada acara Rakernas FKPT VIII di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (3/3/2021). Foto: Frans Tiran

LABUANBAJO,SELATANINDONESIA.COM – Seluruh peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) ke VIII di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT yang berlangsung sejak 2 Maret 2021 lalu telah berkomitmen untuk mencegah dan menyelematkan Indonesia dari Covid-19 dan Radikalisme.

Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Hendri Prauhuman Lubis, mengatakan itu saat menutup Rakernas FKPT VIII yang diikuti oleh 32 Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) dari seluruh Indonesia.

“Sumbangan pemikiran cerdas yang dihasilkan pada forum ini harus memberi kontribusi nyata kepada seluruh masyarakat Indonesia, sehingga dapat selamat dari dua virus mematikan saat ini, yaitu Covid-19 dan Radikalisme. Tantangan kedepan semakin kompleks, harus memacu semua komponen bangsa untuk meningkatkan kerja sama, membangun jaringan di semua lini, baik offline maupun online, sehingga ditengah segala keterbatasan aktifitas dalam memerangi terorisme dan radikalisme harus bisa menjangkau semua lapisan masyarakat,” sebut Jenderal TNI yang sangat concern memerangi terorisme di Indonesia.

Jenderal Lubis mengatakan, hasil survey tahun lalu, diperoleh data potensi radikalisme terus menurun dari tahun ke tahun. “Trend positif tersebut, janganlah membuat kita lengah, namun harus meningkatkan kewaspadaan. Namun ternyata potensi radikalisme cenderung lebih tinggi di kalangan perempuan, masyarakat urban dan generasi yang lebih muda (milenial dan gen z), serta pada mereka yang aktif mencari dan menyebar konten keagamaan di internet dan sosmed,” sebutnya.

Dikatakan Jenderak Lubis, radikalisme terhadap kaum perempuan merupakan fenomena terbaru, dimana perempuan sekarang tidak hanya menjadi korban, tetapi menjadi pelaku aksi terorisme, seperti yang terjadi di Surabaya dan Sibolga. “Tantangan inilah yang harus direspon dengan cepat oleh FKPT dengan membentuk bidang khusus Perempuan dan Anak pada FKPT”, pinta deputi I BNPT yang hadir mewakili Kepala BNPT.

Pada penutupan rakernas ini juga hadir mewakili Wakil Gubernur NTT, Asisten III Sekda Provinsi NTT sekaligus Ketua FKPT NTT, Johana E. Lisapaly, SH,M.Si. Asisten yang membidangi Administrasi Umum ini memberikan apresiasi yang tinggi dan berterima kasih kepada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), yang telah memilih Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, sebagai tuan rumah penyelenggara Rakernas FKPT kedelapan ini.

“Ini membuktikan bahwa NTT sebagai Nusa Terindah Toleransi yang sementara dibenahi dan didandani menjadi New Tourism Territory, menjadi tempat yang sangat aman dan nyaman untuk dinikmati, apalgi saat ini, khusus di Labuan Bajo, sebgai destinasi Super Premium tengah dipersiapkan dengan maksimal agar dapat sukses menjadi tuan rumah KTT G-20 dan ASEAN Summit 2023,” ujarnya.

Disebutkan Johana, suksesnya penyelenggaraan Rakernas ini menjadi salah satu modal dan kekuatan untuk makin memantapkan kesiapan NTT sebgai tuan rumah pada berbagai event berkelas dunia. “Ini juga memastikan bahwa Indonesia pada umumnya sangat aman untuk menyukseskan agenda akbar dunia tersebut. Pemerintah Provinsi NTT sendiri telah secara tegas menolak radikalisme dan terorisme ada dan berkembang di bumi Flobamorata, karena hal ini akan menghambat proses pembangunan di NTT,” tegas mantan Kaban Kesbangpol Provinsi NTT.

Bekas Penjabat Walikota Kupang ini mengatakan, Pemprov NTT telah membentuk FKPT sejak 2015 dan telah menyusun sebuah model kebijakan untuk memberikan pemahaman terhadap nilai-nilai luhur Pancasila yang didasarkan pada kearifan lokal, serta berbagai kebijakan dan program pembangunan dapat disinergikan dengan upaya pencegahan terorisme di NTT, agar visi NTT bangkit NTT sejahtera dapat terwujud.

Acara Penutupan Rakernas ini diawali dengan testimoni seorang jenderal yang dulunya menjadi bagian dari dari kaum radikalis Indonesia, yang kini telah dipercaya menjadi Direktur Pencegahan pada Deputi I BNPT, Brigjend Pol. Ahmad Nurwahid. Pengalaman dari Jenderal Polisi inilah yang membuatnya sangat tegas menentang paham radikalisme dan terorisme terus berkembang di Indonesia.

“Indonesia harus benar-benar bebas dari terorisme agar aman, nyaman dan maju, hal ini dapat dicapai melalui kolaborasi untuk Indonesia sesuai dengan tema Rakernas FKPT VIII”, tegas pria berdarah Jogja lulusan Akpol 89 ini.

Ketua Panitia Rakernas, Moch. Chairil Anwar, SH, yang juga Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT mengatakan, kegiatan Rakernas yang diikuti oleh 192 peserta dari 32 provinsi di Indonesia dibagai dalam tiga kelas virtual, masing-masing bertempat di Hotel La Prima, Bintang Flores dan Jayakarta. Para peserta telah melakukan 6 kegiatan menyangkut bidang Media Massa, Hukum dan Humas, Bidang Perempuan Perempuan dan Anak, Bidang Pemuda dan Pendidikan, Bidang Agama, Sosial dan Budaya, Bidang Pengkajian dan Penelitian. Seluruh kegiatan ini, kecuali bidang penelitian dilaksanakan secara online oleh karena situasi pandemi Covid-19.

Kegiatan penutupan rakernas FKPT VIII dihadiri juga oleh Plt. Sekda Kabupaten Manggarai Barat, Ismail Surdi dan sejumlah pejabat penting di lingkungan BNPT.*)Frans Tiran/BiroAdministrasiPimpinanProvNTT

Editor: Laurens Leba Tukan

Baca Juga:  Jika Ada Kasus Covid-19 di NTT, Gubernur Laiskodat Siapkan Anggaran Sewa Pesawat
Center Align Buttons in Bootstrap