Rotiklot Belu, Setelah Bendungan Kini Food Estate

347
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) ketika berdialoga dengan petani Rotiklot di desa Fatuketi, kecamatan Kakuluk Mesak, kabupaten Belu, NTT, Kamis (11/02/2021).Foto:Ari/HmsKementan

ATAMBUA,SELATANINDONESIA.COM – Setelah Presiden RI Joko Widodo meresmikan bendungan besar Rotiklot Kabupaten Belu, yang merupakan wilayah perbatasan Timor Leste itu, kini hadir lagi program Food Estate, atau lumbung pangan nasional. Kabupaten Belu diharapkan dapat menjadi daerah model percontohan di Indonesia dalam upaya pengembangan ketahanan pangan berskala besar di wilayah Timur.

Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan itu ketika meninjau lokasi yang dijadikan pengembangan program Food Estate Rotiklot di desa Fatuketi, kecamatan Kakuluk Mesak, kabupaten Belu, NTT, Kamis (11/02/2021).

“Untuk masyarakat wilayah Timur, kami ingin kesejahteraan petani di sini meningkat dan menjadi contoh lainnya dengan adanya program food estate di sini”, kata Mentan. Mentan memberikan komando agar kerjasama terjalin dari seluruh stakeholder pertanian bersatu padu membangun wilayah Belu untuk mewujudkan harapan tersebut.

“Melalui sinergi dan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah, dukungan TNI – Polri dan pemangku kepentingan, kita dukung yuk, kita berjeejer bergandeng tangan biar food estate akan berhasil di sini” imbuhnya.

Mentan menyebutkan manfaat membangun kawasan food estate dalam skala luas di kawasan tersebut merupakan pengintegrasian proses laju pertanian dari hulu sampai dengan ke hilir.

“Saya harap setiap komponen komoditas pertanian bisa diolah agar memiliki nilai ekonomi tanpa ada yang terbuang sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dari awal hingga akhir, dimana pimpinan daerahnya berkonsentrasi, pertanian pasti berhasil” pungkasnya.

Rencana food estate Rotiklot di desa Fatuketi yang memiliki luas 5.080 hektare akan dikembangkan yang berpotensi pada lahan seluas 380 hektare, dengan rencana komoditas pada Musim Tanam di Musim I adalah padi dengan luas 350 hektare dan di Musim Tanam II seluas 200 hektare untuk komditas palawija.

Baca Juga:  Tanda Cinta Ketua Komisi I DPR RI untuk TNI AD di NTT yang Terdampak Badai Seroja

Selain pengembangan komoditas tanaman pangan, direncanakan juga pengembangan komoditas hortikultura seluas 25 hektare dan perkebunan sebanyak 50 hektare.

Mendukung apa yang dicita-citakan, Mentan memberikan bantuan sarana produksi, alat pra panen dan pasca panen, mendorong para petani untuk menggunakan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR), serta pengembangan pertanian berbasis korporasi dan klaster.

Pada kesempatan tersebut Mentan menyerahkan secara simbolis bantuan benih komoditas padi dari varietas Ciherang kepada para petani.

Rencana pengembangan sub sektor tanaman pangan, sarana dan prasarana berikut sub sektor perkebunan di tahun 2021, kabupaten Belu mendapatkan kucuran dana pusat sebesar 1,3 milyar. Sedangkan untuk wilayah Provinsi NTT sendiri mendapatkan bantuan sebesar 75,73 milyar lebih bantuan alokasi dana dari pusat.

Wakil Bupati Belu, J. T. Ose Luan, yang hadir dalam kunjungan kerja Mentan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menteri dan memohon dukungan bantuan lainnya bagi kabupaten Belu.

“Terima kasih kepada Bapak Menteri. Sarana air bendungan Rotiklot sudah di bangun Bapak Presiden, terima kasih juga Bapak Presiden. Namun lanjutan untuk irigasi sekunder dan tersier agar dibangun untuk pertanian. Masyarakat juga di sini memohon traktor untuk di sini.” ucap Ose.*)Ari/HmsKementan

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap