Covid di Kota Kupang Tembus 2.451, 67 Orang Sudah Meninggal

274
Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang, Ernest S. Ludji

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Gugus Tuga Penanganan Covid-19 Kota Kupang kembali merilis data penambahan kasus terkonfirmasi positif hari ini, Minggu (31/1/2021) telah mencapai 2451 orang.

Dari data tersebut, 926 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh dan 67 diantaranya meninggal dunia. “Masih dalam perawatana sebanyak 1,458 orang atau 59,5%. Rincian kasus yang masih dirawat daintaranya laki-laki  690 orang dan perempuan 768 orang. Yang melakukan Isolasi Mandiri di rumah sebanyak 1.239 orang dan Isolasi di Rumah Sakit sebanyak     219 orang,” sebut juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang, Ernest S. Ludji kepada SelatanIndonesia.com, Minggu (31/1/2021) malam.

Ernest merincikan, sebaran kasus per kecamatan di Kota Kupang diantaranya, Alak 168 orang, Kelapa Lima 242 orang, Kota Lama 179 orang, Kota Raja 208 orang, Maulafa 333 orang dan Oebobo 328 orang

“Kelurahan terdampak sebanyak 50 kelurahan terdampak atau 98,0%,” ujar Ernest.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore menyebut, kedisiplinan warga Kota Kupang yang masih kurang untuk menerapkan protokol kesehatan menjadi faktor utama merebaknya kasus Covis-19 yang terus meningkat. “Cuman satu saja, yaitu kedisiplinan masyarakat saja. Kalau untuk peralatan medis di seluruh NTT ini kita di Kota Kupang yang paling lengkap,” sebut Wali Kota yang akrab disapa Jeriko ini kepada SelatanIndonesia.com, Kamis (28/1/2021).

Disebutkan Wali Kota, faktor utama dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah dispilin masyarakat untuk taat pada Protokol Kesehatan. “Karena masyarakat sangat tidak disiplin sekali sehingga kita sudah bikin SK terbaru lagi untuk menutup semua rumah makan, restorant sampai dengan tempat ibadah,” katanya.

Dikatakan, tempat ibadah yang dikirimkan surat resmi saja banyak pendeta yang marah. “Kita kasih surat untuk pemberhentian sholat Jumat, juga mereka masih melaksanakan sholat, kan bisa lihat waktu di Masjid Perumnas yang banyak sekali orang. Ini kan tidak disiplin sekali, kalau sudah begini nanti pemerintah lagi yang disalahkan, padahal kita sudah kirim surat untuk tegur,” ujar Wali Kota.***Laurens Leba Tukan

Baca Juga:  Covid di Matim Sehari Naik 291 Kasus, Golkar Desak Pemda Beri Perhatian Warga Terpapar
Center Align Buttons in Bootstrap