Yang Pimpin Demokrat NTT Harus Bisa Tingkatkan Suara Partai

216
Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai DPP Partai Demokrat, MM. Ardy Mbalembout

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Tensi politik di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Nusa Tenggara Timur kian memanas jelang penyelenggaraan Musda Partai Demokrat NTT.

Sejumlah kader tengah bermanuver untuk merebut simpati para pemilik suara sah dalam ajang Musda yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Beredar nama Anggota DPRD Provinsi NTT Leonardus Lalo, politisi muda DPP Partai Demokrat Gustaf Tamo Mbapa serta Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore yang kini sedang menjabat Ketua Partai Demokrat NTT.

Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai DPP Partai Demokrat, MM Ardy Mbalembout menyikapi tensi politik yang memanas jelang Musda Partai Demokrat NTT itu sebagai hal biasa. “Itu biasa-biasa saja. Ini agenda politik lima tahunan di Partai Demokrat,” sebut Ardy Mbalembout kepada SelatanIndonesia.com, Selasa (12/1/2021).

Menurut Ardy Mbalembout, sosok yang layak menjadi Ketua DPD Partai Demokrat adalah kader yang harus memiliki  loyalitas terhadap Ketua Umum dan punya jaringan. “Juga yang mampu meningkatkan suara partai, dan bisa mengamankan pencalonan leader utama sebagai calon NTT 1,” ujarnya.

Ditanya, apakah ia bersedia menjadi Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Wakil Ketua/Anggota Mahkamah Partai DPP Partai Demokrat ini mengaku masih loyal menjadi pembantu Ketua Umum Agus Harimurty Yudhoyono (AHY). “Saya masih loyal membantu Pak Ketum. Tentunya saya masih percaya kawan-kawan nanti yang maju bertarung untuk DPD PD NTT, pasti sudah sangat siap membesarkan Partai Demokrat di NTT,” katanya.

Ardy Mbalembout menilai, kepemimpinan Jefri Riwu Kore saat ini tentu ada plus dan minusnya. “Tentunya ya, kalau yang bersangkutan masih ingin maju lagi ya, saya berharap agar berkomitmen untuk membangun kembali kejayaan PD NTT seperi era  dimana kita mempunyai 10 kursi di DPRD NTT,” sebutnya.

Baca Juga:  Ketika Laka Lena dan Jeriko Bermitra Bangun Kesehatan Warga

Kepada para kader yang hendak bertarung, Ardy Mbalembout berpesan, jika ingin maju harus memiliki sesuatu yang lebih dari kepemimpinan yang sekarang. “Ya, dari segi jaringan, kapasitas, leadership, dan loyalitas terhadap Ketum. Kalau masih belum siap ya, sebaiknya pikir-pikir dululah,” katanya.

Jadi Ketua Bukan Untuk Gagah-Gagahan

Ardy Mbalembout menekankan, menajdi ketua DPD PD NTT bukan untuk gagah-gagahan, tetapi lebih dari itu adalah memikul  amanah DPP untuk membesarkan PD NTT. “Tahun 2022 kita akan menghadapi Pilkada Walikota/Bupati serentak, lalu 2024 Pilkada Gubenur. Harapannya Ketua DPD PD NTT kedepan harus mampu memenangkan Pilkada  2022 sebanyak-banyaknya diatas 50% dimana Pilkada 2020 hanya 30%,” ujarnya.

Selain itu, menurut Adry Mbalembout, Ketua DPD PD NTT kedepan harus mampu berkontestasi pada Pemilihan Gubenur NTT tahun 2024 dan memenagkn kontestasi itu. “Jangan lagi kita kalah untuk yang kesekian kali nya,” kata Adrya.

Otoritas Penuh Ada di Kewenangan DPP

Kepala Badan Hukum dan Pengamanan Partai DPP Partai Demokrat, MM Ardy Mbalembout mengatakan, kontesatsi untuk menjadi Ketua DPD PD kali ini berbeda dari yang seblumnya. Pasalnya, dengan AD/ ART yang baru, peserta Musda hanya dapat mentukan maksimal tiga nama dalam Musda.

Selanjutnya, dalam waktu 14 hari, DPP Partai Demokrat akan memutuskan siapa yang layak menjdi ketua DPD PD. “Ini berlaku untuk Musda, Muscab PD di seluruh tanah air. Otoritas penuh ada di kewenangan DPP Partai Demokrat,” ujar Adry.***Laurens Leba Tukan

 

Center Align Buttons in Bootstrap