Melky Laka Lena Temui Warga Sabu Raijua di Aemere

97
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena bersama mantan Ketua Komnas HAM Natalius Pigai, Ketua Bappilu DPD I Golka NTT Fransiskus Sarong, dan Anggota DPRD NTT Maksi Adipati Pari bertemu warga Sabu Raijua yang menetap di Aemere, Kabupaten Ngada, Sabtu (21/11/2020). Foto: Edy

BAJAWA,SELATANINDONESIA.COM – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena bersama mantan Ketua Komnas HAM Natalius Pigai, Ketua Bapilu DPD I Golka NTT Fransiskus Sarong, dan Anggota DPRD  NTT Maksi Adipati Pari bertemu warga Sabu Raijua diaspora yang sudah puluhan bahkan ratusan tahun menetap di Aemere, Kabupaten Ngada, Sabtu (21/11/2020).

Melky Laka Lena mengatakan, pertemuan itu bukan baru  pertama kali namun sudah kesekian kalinya. “Pada bulan Agustus lalu kami bersama BPOM Kupang menggelar kegiatan sosialisasi terkait dengan obat dan makanan,” sebut Laka Lena.

Dikatakan Melky Laka Lena, salah satu hal penting yang harus diketahui adalah Ijin Industri Usaha untuk masyarakat Sabu Raijua yang kesehariannya sebagai pengrajin sophi di Aemere. “Kami sebagai wakil rakyat akan selalu bersama dengan masyarakat dalam mendukung usaha-usaha untuk peningkatan ekonomi,” katanya.

Aktivis Kemanusiaan, Natalius Pigai yang turut hadir dalam pertemuan itu menceritakan bahwa pada awal bulan November ia berkesempatan mengunjungi Kabupaten Sabu Raijua. “Saya diangkat menjadi Putra Sabu di tandai dengan diberi nama kesayangan Sabu yaitu Mahari Natana. Orang Sabu selalu menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan adat istiadat,” sebut Natalius.

Yulius Edison Dima,  warga Sabu Raijua di Aemere mengaku bangga atas  kunjungan Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Dapil NTT II. “Ini yang sudah kesekian kalinya mengunjungi dan memberi perhatian kepada kami di Aemere,” katanya.

Disebutkan Yulius, ia dan warga diaspora Sabu Raijua lainnya sudah puluhan bahkan ratusan tahun tinggal di Aemere. “Dari eyang sampai generasi kami dengan jumlah masyarakat Sabu Raijua yang ada di sini sudah ribuan orang  tetapi budaya dan bahasa Sabu kami tetap menjaga serta menjalankan dengan baik,” katanya. *)Edy

Baca Juga:  Sebelum ke Rote, Jenasah Nei Feoh Disemayamkan di Gedung DPRD NTT

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap