Natalius Pigai Pasrah di Laut Sawu

381
Natalius Pigai, Melky Laka Lena, Frans Sarong, Liby Sinlaeloe serta Heru Dupe ketika disambut Simon Dira Tome dan jajaran pengurus Partai Golkar di Pelabuhan Seba, Kabupaten Sabu Raijua, Minggu (15/11/2020). Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

SABURAIJUA,SELATANINDONESIA.COM – Tokoh Nasional lintas sekat, Natalius Pigai akhirnya harus pasrah pada ganasanya gelombang laut Sawu.

Natalius bersama Ketua DPD I Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena bersama rombongan mengunjungi Kabupaten Sabu Raijua dalam agenda konsolidasi pemenangan Partai Golkar di Kabupaten yang dijuluki Pulau Para Dewa, Minggu (15/11/2020).

Selama hampir 10 jam menempuh perjalanan laut dengan KM Chantika 2, Natalius mengaku pasarah pada ganasnya gelombang Laut Sawu.

“Saya hanya bisa tidur satu jam dalam pelayaran karena gelombang besar. Kapal goyang dan bunyi hantaman gelombang membuat saya takut, sudah hampir 23 tahun lalu baru kali ini saya naik kapal laut lagi,” sebut Natalius ketika tiba di dermaga Seba, Kabupaten Sabu Raijua.

Ketua Tim Nasional Penguatan Demokrasi, Pemantau Pemilu Berbasis HAM, Komnas HAM RI 2012-2027 ini mengatakan, ia bisa jago kritik pejabat negara siapa saja di Republik ini tetapi tidak bisa jago dengan Laut Sawu.

“Saya baru pertama kali rasakan gelombang laut seperti ini. Kita tidak bisa jago, saya sepanjang malam hanya pasarah dan berdoa pada Tuhan Yesus untuk selamatkan kami,” katanya.

Natalius Pigai, Melky Laka Lena, Frans Sarong dan Simon Dira Tome ketika berdiskusi dengan calon Bupati Sabu Raijua Takem Raja Pono di Hotel Jesica, Kabupaten Sabu Raijua, Minggu (15/11/2020). Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

Natalius dan Melki Laka Lena yang didampingi Ketua Bappilu Golkar NTT Frans  Sarong, Libby Sinlaeloe, Heru Dupe dan Saturminus Djawa disambut Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sabu Raijua Simon Dira Tome dan seluruh jajaran Golkar Kabupaten Sabu Raijua serta calon bupati Sabu Raijua, Takem Raja Pono.

Natalius menyarankan, Partai Golkar harus mempunyai sebuah badan permanen yang mengurus tentang orang-orang kecil sepeti pengangguran, pedagang kecil, pemulung, dan kaum marjinal.

“Lembaga khusus itu harus dimiliki Partai Golkar dan saya sudah sampaikan ke Pak Melky Mekeng dan Ahmad Doli Kurnia tentang unit ini untuk mengurus orang miskin termasuk mengadvokasi kepentingan orang miskin,” katanya.

Baca Juga:  Kobul Disambut Milenial dan Diantar Nyanyian Para Ibu Kananggar

Dikatakan Natalius, pandmei Covid-19 mempunyai dampak yang sangat luas bagi aspek kehidupan masyarakat, sehingga Partai Golkar harus punya lembaga khusus untuk mengadvokasi dan membantu masyarakat.***Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap