Berkinerja Buruk, Bupati Epy Tahun Nonjobkan 12 Kepala OPD

136
Bupati TTS, Egusen Pieter Tahun alias Epy Tahun

SOE,SELATANIDNONESIA.COM – Sebanyak 12 kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dinonjobkan oleh Bupati TTS karena realisasi anggaran di 12 OPD tersebut jauh dari yang diharapkan yakni dibawah dari 70 persen hingga dengan triwulan ketiga.

“Secara nasional maupun tingkat Propinsi NTT realisasi kita masih sangat rendah. Bahkan secara nasional dari 540 Kabupaten/Kota di Indonesia, angka rata-rata realisasi anggaran secara nasional berada di angka 56 persen, sedangkan kita hanya di angka 40-an persen. Sehingga kita ambil sikap tegas guna memacu proses percepatan realisasi anggaran,” sebut Bupati TTS Egusen Pieter Tahun kepada wartawan di kantor Bupati TTS Selasa (10/11/2020).

Baca Juga:  Proses Hukum 8 Embung di TTS, Tunggu Putusan Kasasi Mnelalete

Disebutkannya, sebelum mengambil keputusan untuk menonjobkan kepala OPD, ia sudah membuat komitmen bersama para kepala OPD terkait realisasi anggaran.

“Sudah ada komitmen sebelumnya bahwa jika hingga triwulan ke- 3 masih di bawah 70 persen maka diberikan sangksi pembinaan berupa penonaktifan sementara,” tegas Bupati Tahun.

Ke-12 kepala OPD yang dinonjobkan yaitu, Kadis Kesehatan dr. Irene Atte, Kadis Pendidikan Edison Sipa, Kadis Pemuda dan Olahraga Yopic Magang, Kadis Pariwisata Tian Tallo, Kadis PMD George Mella, Kadis Kominfo Deny Nubatonis, Kadis PRKP Jakob Benu, Direktur RSUD Soe dr. Ria Tahun, Kadis Lingkungan Hidup O. Ataupah, Camat Santian dan Camat Nunkolo. Namun, sebelum dinonjobkan, Kadis Lingkungan Hidup, O Ataupah diketahui sudah pensiun terlebih dahulu.

Baca Juga:  Dari Satarmese, PGRI Gelorakan Pendidikan Inklusi Sebagai Perwujudan Merdeka Belajar

Setelah menonjobkan para Kadis, untuk sementara ke 12 OPD tersebut dipimpin oleh sekertaris OPD. Penonaktifan sementara ini dikatakan Bupati Tahun sebagai bentuk pembinaan kepada para kepala OPD yang realisasi anggarannya rendah. Pembinaan ini akan dievaluasi secara berkala. Dirinya akan memberikan kesempatan hingga tiga kali sebelum dilakukan penonaktifan secara permanen.

Baca Juga:  Kemelut Besipae, Inche Sayuna Tawarkan Dialog Damai Libatkan Komponen Lebih Luas

“Kita lihat nanti, kalau sampai hari Jumat realisasinya masih rendah kita perpanjangan lagi masa penonaktifannya. Kalau sampai tiga kali tidak juga mencapai 70 persen, kita akan permanenkan penonaktifannya,” tegasnya.**Paul Papa Resi

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap