Dua Slempang Bunda di Pundak Julie Sutrisno Laiskodat

447
Julie Sutrisno Laiskodat ketika dinobatkan menjadi Bunda Paud NTT oleh Wagub NTT, Josef A. Nae Soi, Kamis (7/8/2020). Foto: Ab/Hms

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Dia selalu tampil modis dengan beragam model tenunan khas hasil karya intelektual perempuan-perempuan cerdas di seluruh pelosok Nusa Tenggara Timur. Dalam forum apapun, busana yang membaluti kulit tubuhnya yang putih dan tinggi semampai adalah hasil modifikasi dari bergam motif tenun asli NTT.

Dia pula kini dislempangi dua tanggungjawab besar untuk mengurus aspek kehidupan manusia di NTT yaitu sebagai Bunda Literasi dan Bunda Paud NTT. “Sebagai Bunda Baca ini saya punya target, bahkan sebelum menjabat sebagai Bunda Literasi, saya sudah menjadikan satu Lembata menjadi Kabupaten Literasi. Setelah itu Nagekeo sebagai Kabupaten Literasi, tekad saya menjadikan NTT sebagai Provinsi Literasi,” sebut Ny. Julie Sutrisno Laiskodat ketika menggelar diskusi bersama wartawan di Gedung Dekranasda Provinsi NTT, Kamis (8/10/2020).

Julie Laiskodat yang didampingi Maria Fransiska Djogo mengatakan, untuk mewujudkan NTT sebagai Provinsi Literasi maka setiap tahun harus melahirkan lima kabupaten menjadi Kabupaten Literasi. “Kita bekerja keras agar ketika dipenghujung jabatan sebagai Bunda Literasi, kita deklarasikan NTT sebagai Provinsi Litersi,” sebutnya.

Tidak hanya itu, pada tanggal 7 Agustus 2020, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi mengukuhkan Julie Sutrisno Laiskodat sebagai Bunda Pendidikan  Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi NTT.

Bunda PAUD NTT, Julie Sutrisno Laiskodat mengatakan, selama dua tahun PKK NTT telah menjalankan tugas untuk mengembangkan PAUD. Mengambil bagian dalam semangat membangun NTT dengan fokus pada pengembangan sumberdaya manusia. “Kami, para perempuan seluruh NTT ingin membantu Gubernur dan Wakil Gubernur dalam pengembangan sumberdaya manusia. Kita memiliki  sekitar 3.236 desa di seluruh NTT, kami sadar belum mampu menjangkau semua. Karenanya kami sepakat memilih 22 desa model PKK selama dua tahun ini. Kami fokus di desa-desa ini. Dan di desa-desa ini, kami punya PAUD model,” kata Juli Laiskodat.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Tinjau Lokasi Bencana dan Sholat di Masjid Amakaka, Ile Ape

Julie mengatakan, cita-citanya sebagai koordinator para Bunda PAUD di NTT adalah mendorong semakin banyaknya PAUD di NTT terakreditasi. Karena menurut data dari UNICEF, di NTT banyak PAUD yang liar dan  tidak terakreditasi. “Para orang tua umumnya berpikir PAUD hanya sebagai tempat penitipan anak. Padahal pendidikan harusnya dimulai dari masa ini. Di desa model, kami mengedukasi para orang tua tentang peranan penting PAUD sebagai tempat dimulainya dasar pembentukan sumberdaya manusia,” sebut Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem ini.

Bunda Paud dan Bunda Literasi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dengan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK NTT, Maria Fransiska Djogo di Gedung Dekranasda Provinsi NTT, Kamis (8/10/2020). Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

Julie Sutrisno Laiskodat menyebutkan, beberapa Peran Bunda PAUD Provinsi NTT diantaranya ikut berpatisipasi dalam mewujudkan Gerakan Nasionat PAUD Berkualita, mendorong terciptanya Layanan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) di seluruh wilayah NTT serta mendorong kesiapan lembaga PAUD untuk mengkuti kegiatan akreditasi.

Sedangkan  tugas Bunda PAUD Provinsi NTT diantaranya, melakukan pengukuhan Bunda PAUD 22 Kabupaten/Kota se NTT dan membentuk Kelompok Kerja Bunda PAUD Provinsi NTT. “Kita juga bertugas membuat Program dan Kegiatan Tahunan Bunda PAUD dan melakukan pendampingan, koordinasi, sinkronisasi dan sinergitas lintas program dan sektor dalam pembinaan layanan PAUD,” sebutnya.

Ia juga memaparkan, dalam rangka mengoptimalkan peran dan tugas sebagai Bunda PAUD Provinsi NTT maka dibemuk Kelompok Kerja Bunda PAUD Provinsi NTT. “Kelompok Kerja Bunda PAUD Provinsi NTT terbagi dalam empat bidang yaitu Bidang Pendidikan dan Pelatihan, Bidang Kesehatan dan Gizi, Bidang Pengembangan PAUD dan Bidang Humas dan satu kesekretariatan,” ujarnya.

Dikatakan Julie Sutrisno Laiskodat, lantaran tangungjawabnya juga sebagai anggota DPR RI mewakili masyarakat NTT di Senayan, ia selalu ditopang oleh Wakil Ketua Tim PKK NTT, Ny. Maria Fransiska Djogo dalam menjalankan seluruh tanggungjawab yang diemban. “Bunda dua ini yang selalu menopang saya ketika saya sedang menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI,” katanya.

Baca Juga:  Wagub Nae Soi Buka Festival Danau Kelimutu dan Pelangi Nusantara 2020

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh Ketua Tim PKK Kabupaten dan Kota se NTT yag selalu kompak dalam menjalankan seluruh tanggungjawab. Disebutkannya, salah satu fokus kerja ke depan adalah juga meningkatkan kompentensi dan sertifikasi guru-guru PAUD di NTT.

“Para Guru PAUD ini sebagian besar tidak digaji dan dibayar. Hanya karena mereka punya hati untuk mengajar dan berbagi. Karenanya kami meminta Pemerintah Provinsi khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa agar memberikan masukan buat para Kepala Desa untuk memanfaatkan Dana Desa bagi pengembangan PAUD. Juga untuk memberikan insentif kepada para guru PAUD,” pungkas Julie Sutrisno.***Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap