Tanpa Paksaan, Lippo Penuhi Kontribusi Hingga Rp 1,2 M

0
458
Kepala Badan Aset dan Pendapatan Daerah Provinsi NTT, Dr. Zet Sony Libing dan Kuasa Direktur PT Nusa Bahana Niaga, Ali Said yang didampingi oleh Raymundus Simamora, Irwan Setiadi selaku direktur Lippo Plaza Kupang serta Dominikus Go Pimpinan PT Nusa Bahana Niaga Cabang Kupang usai penandatanganan kesepahaman Bersama di Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Senin (14/9/2020). Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Meski Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menaikkan kontribusi dari yang sebelumnya Rp 559 juta menjadi Rp 1,2 miliar, manajemen Lippo Grup tetap menurut. Dengan tekad terus memajukan NTT dari aspek bisnis serta berkontribusi menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Provinsi NTT, perusahaan yang dinaungi oleh PT Nusa Bahana Niaga itu bersepakat melakukan tandatangan addendum kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTT.

Bertempat di ruang rapat Kepala Badan Aset dan Pendapatan Daerah Provinsi NTT, Dr. Zet Sony Libing, Senin (14/9/2020), Kuasa Direktur PT Nusa Bahana Niaga, Ali Said menandatangani perjanjian kerja sama tersebut bersama Pemprov NTT yang diwakili oleh Sony Libing.

Kuasa Direktur PT Nusa Bahana Niaga, Ali Said mengatakan, nota kesepahaman yang disepakati bersama itu semoga menjadi tonggak untuk memacu tingkat perekonomian di NTT. “Kesepakatan yang kita bangun hari ini tanpa paksaan, ini akan meningkatkan penyerapan tenaga kerja NTT, juga meningkatkan kepercayaan investor terhadap Pemerintahan yang saat ini dipimpin oleh Pak Viktor Laiskodat dan Pak Josef Nae Soi,” sebut Ali.

Disebutkan Ali, sudah ada kesepakatan dan kesepahaman untuk mendukung pemerintah daerah dalam meningkatkan paritispasi dan nilai tambah dari kerjasama sewa tanah dari Pemerintah Provinsi NTT dengan Lippo.

“Permohonan saya baik secara pribadi maupun corporate, bahwa ada diskusi yang hangat merupakan bagian dari dinamika, dan tidak ada dialog yang tidak ada ujungnya, pasti ada ujungnya kalau niatan kita sama-sama baik,” ujar Ali.

Ali Said yang saat itu didampingi Raymundus Simamora, Irwan Setiadi selaku direktur Lippo Plaza Kupang serta Dominikus Go Pimpinan PT Nusa Bahana Niaga Cabang Kupang, menambahkan kesepakatan yang dibangun Bersama Pemprov NTT itu adalah wujud dari komitmen Lippo membangun daerah khususnya NTT. “Itu adalah cita-cita kita dan harapan kita untuk bagaiman berperan serta membangun dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah sehingga apapun kita akan berpartisipasi untuk bagaimna mengembangkan daerah ini,” katanya.

Baca Juga:  Yentji Sunur Salurkan Sembako dari Laka Lena untuk Warga Lembata

Ia menambahkan, harus diketahui bahwa Lippo yang pertama kali membangun investasi di NTT. “Itu kita lakukan ketika NTT belum ada apa-apa, dan itu pasti kita harus berdarah-darah dulu, dan pasti kita mengalami dulu kerugian yang cukup banyak. Tetapi komitmen kita untuk membangun tidak ada hentinya demi membangun NTT dengan meningkatkan tenaga kerjanya, serta meningkatkan ekonominya dan pasti PADnya,” kata Ali.

Ali bahkan mengatakan, meskipun harus naik 100 persen lebih, pihaknya tidak keberatan karena itu merupakan komitmen Lippo. “Untuk kemajuan NTT, kita sama sekali tidak keberatan. Karena dulu di tahun 2011 belum ada apa-apanya di sini saja kita bisa membangun. Sama halnya dengan kita bangun di Labuanbajo yang memang belum ada apa-apanya kita sudah bangun dululuan saat orang lain belum membangun,” ujarnya.

Kepala Badan Aset dan Pendapat Daerah Provinsi NTT, Dr. Zet Sony Libing mengatakan, pemerintah provinsi melalui Gubernur dan Wai Gubernur NTT mengapresiasi sikap Lippo Grup yang telah membangun kesepahaman bersama. “Terimaksih untuk Lippo yang telah memberikan kontribusi bagi daerah dari Rp 559 juta naik menjadi Rp 1,2 miliar per tahun. Ini sebuah komitmen yang baik,” sebutnya.

Sony Libing mengatakan, dana yang diperoleh itu bakal digunakan untuk membangun rakyat NTT. “Kita gunakan untuk mengurus stunting, kemiskinan dan segala yang berkaitan dengan rakyat kita, termasuk jalan rusak, ekonomi, pendidikan dan Kesehatan,” ujar Sony.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi NTT juga berharap agar Lippo Grup tetap mengembangkan investasi di NTT tidak saja di Kota Kupang tetapi juga di 22 kabupaten  lain di NTT.

Sony menambahkan, revisi kenaikan kontribusi itu dilakukan setelah melalui kajian yang matang. “Kami juga menggunakan tim apresial untuk menilai, juga menggunakan lawyer kami masing-masing serta melalaui kajian panjang dan pada akhirnya kami bersepakat untuk menetapkan nilai Rp 1,2 miliar kontribusi yang diberikan Lippo Grup untuk Pemda NTT per tahun,” pungkasnya. ***Laurens Leba Tukan

Baca Juga:  Potensi Rumput Laut di NTT Capai 15 Juta Ton Tiap Tahun