Julie Lasikodat Ajak Masyarakat Flotim Gempur Stunting

0
142
Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat ketika tampil sebagai pembicara dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bagi para guru TK/PAUD se Kabupaten Flores Timur di Gedung OMK Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Rabu (9/9/2020) Foto: SelatanIndonesia.com/Eman Muli

LARANTUKA,SELATANINDONESIA.COM – Seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Flores Timur diajak untuk memberantas gizi buruk dan stunting pada anak-anak. Ajakan itu datang dari Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Ketua Dekranasda Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat ketika tampil sebagai pembicara dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bagi para guru TK/PAUD se Kabupaten Flores Timur di Gedung OMK Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Rabu (9/9/2020).

 

Menurut Julie, stunting adalah orag-orang kerdil atau tinggi badana dibawah rata-rata, sehingga dibutuhkan kehadiran para ibu untuk terjun langsung ke masyarakat utuk mensosialisasikan, karena stunting sangat fatal. Selain itu dijelaskan, stanting bukan penyakit turunan, maka stunting perlu diberantas karena berdampak pada rendahnya sumber daya manusia NTT.

 

“Kita orang NTT miskin akan sumber daya manusia, kita memiliki sumber daya alam yang banyak, tetapi sumber daya manusia kita miskin. Kita sementara mencari tahu kenapa SDM kita miskin. Di Flotim, ada gempur stunting dan betul saya sudah lihat datanya, diseluruh NTT Flores Timur hari ini yang terbaik di atas yang lain,” sebut Julie Laiskodat.

 

Isteri Guernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat ini mengatakan, jangan hanya Bupati para Kepala Dinas saja yang tahu soal stunting, namun ibu guru TK PAUD dan orangtu anak-anak menjadi ujug tombak dan harus mengerti dan paham kenapa Bupati dan para Kadis menggempur stunting.

 

Ia menambahan, PKK NTT sepakat bahwa urusaan sumber daya manusia harus sejalan dengan pembagunan dibidang lainnya agar sumber daya manusia NTT dapat bertumbuh. Itu pasalnya, diperlukan peran kaum ibu agar fokus pada pengembangan SDM anak dalam keluarga.

 

“Stunting membuat kita punya SDM tidak bisa bersaing dengan orang lain karena ada gizi buruk di dalamnya serta hidup secara lingkungan tidak sehat sehingga otak anak tidak cerdas dan pasti kalah bersaing dengan anak dari daerah lain,” katanya.

Julie berharap, dengan semakin banyak warga NTT yang melek pendidikan maka akan punya kemauan untuk penambahan asupan makanan yang bernilai gizi yang imbang dan mampu megurangi gizi buruk, serta meningkatkan kesejahrtaaan pada pertumbuhan ekonomi rumah tangga.

 

Baca Juga:  Wagub Nae Soi Kukuhkan Julie Laiskodat Jadi Bunda PAUD NTT

Ia terus mengajak masyarakat untuk memberikan makanan berprotein tinggi seperti daun kelor, sorgum, ikan dan telur untuk meningkatkan gizi pada anak-anak dan mencegah munculnya gizi buruk di masyarakat. “Anak-anak TK/PAUD adalah fondasi negara sehingga ibarat kita membangun rumah dibutuhka fondasi yang kokoh maka anak-anak kita harus diperhatika mulai dari sekarang,” pungkasnya.*)Eman Muli

Editor: Laurens Leba Tukan