Aksi Pencuri di Obyek Wisata Mingar Resahkan Pengunjung

0
539
Obyek wisata pantai Mingar di Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Foto: SelatanIndonesia.com/Teddi Lagamaking

LEMBATA,SELATANINDONESIA.COM-Citra objek wisata Mingar, Desa Pasir Putih, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, benar-benar dirusak perilaku tidak terpuji dan memalukan dari segelintir orang.

Padahal, pemerintah Kabupaten Lembata telah dan sedang bekerja keras mengangkat objek wisata tersebut hingga menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah Selatan Lembata.

Membanjirnya pengunjung beberapa bulan belakangan ini, mulai memberi manfaat ekonomis bagi warga setempat. Sayangnya, dampak positip pengembangan wisata di pantai Desa Pasir Putih itu mulai dirusaki dengan adanya peristiwa pencurian barang milik pengunjung, Sabtu (8/8/2020) siang.

Wartawan Media Indonesia, Alexander P. Taum yang hadir meliput kegiatan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan, Pimpinan Tinggi Pratama, Administrasi dan Fungsional, Lingkup Pemerintah Kabupaten Lembata, di objek wisata Mingar, terpaksa kembali ke kota Lewoleba tanpa mengenakan helm.

Pasalnya, helm miliknya raib dari sepeda motor yang diparkir pada halaman rumah warga di sekitar lokasi kegiatan. “Selesai kegiatan peliputan saya hendak kembali ke Lewoleba. Tetapi saya terkejut karena helm saya hilang dari sepeda motor. Helm itu saya letakan di kaca spion. Saat memarkir sepeda motor, kami diatur beberapa pemuda. Karena itu, saya rasa aman saja. Ternyata saya salah. Helm saya hilang begitu saja. Upaya menanyakan kepada warga pun tidak membuahkan hasil. Saya terpaksa Kembali ke Lewoleba tanpa helm. Mana jalan penuh dengan debu,” ujar Alexander Taum.

Menurut Ketua Forum Jurnalis Lembata itu, bukan soal nilai barang yang raib, namun karena dirinya sudah jauh-jauh datang untuk meliput kegiatan sekaligus menikmati objek wisata di daerah tersebut, terpaksa meninggalkan kesan yang sangat buruk bahkan dapat memunculkan kesan tidak nyaman berwisata di Mingar.

Baca Juga:  159 Warga Kota Kontak Erat dengan 6 Pasien, 2 Dinyatakan Positif

“Bagaimana orang bisa betah berlama-lama di lokasi wisata, kalau sedang merasa terancam. Kejadian pencurian barang milik pengunjung ini tengah merusak upaya pemerintah dan masyarakat mendorong manfaat dan nilai ekonomis dari objek wisata di Mingar. Saya minta Pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten memperhatikan aspek kenyamanan wisatawan baik domestic maupun mancanegara yang akan berkunjung di objek Wisata di Lembata ini.*) Teddi Lagamaking

Editor: Laurens Leba Tukan