Lapas dan BLK Persiapkan Warga Binaan Trampil

1
185
Warga Binaan di Lapas Dewasa Kelas II A Kupang ketika mendengar arahan dari petugas Lapas dan BLK Kupang, Senin (13/7/2020)

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Lembaga Permasyarakatan (Lapas) dewasa kelas II A Kupang bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Kupang melakukan pelatihan bagi warga binaan di rutan setempat.

Diharapkan, para warga binaan bisa bekerja secara terampil, baik masih didalam rumah tahanan maupun setelah bebas karena dibekali dengan keterampilan yang memadai.

Pelatihan itu berlangsung sejak Senin (13/7/2020) hngga 15 hari ke depan di Lapas Kupang. “Berbagai bidang pelatihan akan didapatkan para warga binaan lapas. Mereka nantinya akan didampingi instruktur terlatih dan berpengalaman dari BLK Kupang,” sebut Kepala Seksi (Kasi) Pelatihan BLK Kupang, Jeremias Ata di Kupang, Senin (13/7/2020).

Disebutkan Jeremias,   kerja sama itu merupakan pertama kali dilakukan di lapas, sebelumnya dilakukan di BLK. Sejumlah bidang pelatihan akan didapatkan para warga binaan, antara lain, finishing teknik semprot (maubel), pembudidayaan sayuran hidroponik, pengelasan dan pangkasa rambut.

“Durasi waktu dari masing-masing bidang pelatihan ini pun beragam, untuk Meubel, durasi waktu selama 150.jam, atau 15 hari, pembudidayan sayuran selama100 jam, atau 10 hari, dan pengelasan juga 100 jam atau selama 10 hari. Mereka akan didampingi instruktur berpengalaman dari kami (BLK),” kata Jeremias.

Dijelaskan, para peserta pelatihan ini, nantinya akan mendapatkan sertifikat kealihan yang dikelurakan BLK Kupang, sehingga para warga binaan diharapkan secara serius dan sungguh – sungguh mengikuti setiap tahapan pelatihan dimaksud.

“BLK selalu membuka diri untuk semua instansi atau kabupaten yang ingin melakukan pelatihan, tidak hanya sebatas di Lapas. Jika memiliki program pelatihan-pembinaan, masing-maisng instansi mengusulkan ke BLK, kemudian BLK menurunkan atau mengutus tenaga-tenaga termpil untuk melatih mereka,” ujar Jeremias.

Kepala Kalapas Dewasa Kelas 2 A, Badarudin, melalui Kasi Kegiatan Kerja, Joseph Letelaly mengatakan, sebanyak 120 warga binaan mengukuti pelatihan tersebut. Program pelatihan itu, merupakan inisiatif pihaknya, kemudian berkoordiansi dan membangun kerja sama dengan BLK untuk menyiapkan segala proses pelatihannya, termasuk para instruktur.

Baca Juga:  Motivasi Sang Doktor untuk Milenial di Ile Ape Timur

“Setelah pelatihan itu, warga binaan nantinya akan bekerja dan mengoptimalkan tempat-tempat praktek yang sudah ada di Lapas, sesuai bidang kealihan masing-masing. Setelah itupara warga binaan ini juga diharapkan bisa mandiri dan membuka usaha ketika bebas nantinya, dengan keterampilan yang ada, yang mereka dapat dari tempat ini,” ujarnya.

Dia mengatakan, para peserta pelatihan ini, difokuskan kepada warga binaan dengan masa tahanan selama empat tahun keatas dan menyasar usia-usia produktif, dengan harapan mereka bisa mndiri setelah masa tahanan usai.***Laurens Leba Tukan