Hama Belalang Serang Tujuh Kecamatan di Sumba Timur

0
327
Belalang jenis kembara yang menyerang desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur. Gambar diambil Senin (29/6/2020) Foto: SelatanIndonesia.com/Aloysius Rivaldi Talo

WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM – Tujuh kecamatan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur yaitu Kecamatan Pahunga Lodu, Rindi, Pandawi, Pelakehembi, Kahungaeti, Kambera dan kecamatan Kota kini terserang hama belalang.

Sebelumnya, hama belalang jenis kembara ini dikabarkan hanya menyerang dua kecamatan Pahunga Lodu dan kecamatan Rindi, namun mulai hari ini Senin, (29/06/2020) belalang kembara mulai masuk ke wilayah Menggittimbi, Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur.

“Tanaman di kebun SMKN 1 Pandawai habis semua, selain itu juga tanaman tanaman warga yang ada di sekitar kebun sekolah juga habis dimakan hama belalang kembara,” sebut Lambert Leba Lulu, warga desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Senin (29/6/2020).

Lambert mengatakan, masyarakat kecamatan Pandawai sangat resah dengan adanya belalang kembara ini dan berharap ada langkah cepat dari pemerintah untuk mengatasi persoalan hama belalang ini.

“Kami sangat resah karena belalang ini merusak semua tanaman, dan kami harap semoga dari pihak pemerintah khususnya Dinas Pertanian bisa mengatasi hal ini secepatnya sebelum berlanjut ke semua tanaman warga,” ujarnya.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Oktovianus Mbaku Muku, SP.M.Si yang dihubungi mengatakan, hama belalang itu mulai muncul sejak bulan Maret 2020 lalu. “Di Sumba Timur, hama belalang sudah mulai muncul sejak Maret lalu satu titik di desa Pelakehembi, Kecamatan Pandawai, lalu dari situ menyebar ke Kecamatan Pahungalodu, Kecamatan Rindi, Kecamatan Kahungaeti, kecamatan Kambera dan sekarang sudah masuk ke kecamatan Kota,” sebut Oktavianus.

Meski demikian, pihaknya yang dibantu dengan Brigade Pengendali Hama di Kabupaten dan Kecamatan tersu melakukan pengendalian sehingga sampai kini, tanaman warga belum ada yang terserang. “Memang pernah masuk di lahan pertanian di kelurahan Penliru itu menyerang setengah hektar namun langsung kita tangani dan tidak menimbulkan kerusakan, juga tanaman jagung seluas 60 are dan kita langsung masuk dan tangani. Sedangkan yang di wilayah Menggittimbi, Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, saat ini tim kita sudah turun di lokasi,” katanya.

Baca Juga:  Begini Kebijakan Pemprov NTT Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

Disebutkan, Brigade Pengendali Hama terus bekerja siang dan malam untuk membasmi hama bealang di Sumba Timur. “Kita operasi setiap hari, belalang kembara yang sudah bersayap kita tindak di malam hari, sedangkan yang belum terbang, kita lakukan Tindakan pada pagi samapi sore hari,” jelasnya.

Kadis Oktavianus menargetkan, ham belalang yang ad aitu tidak boleh masuk sampai ke lahan pertanian masyarakat. “Kita tidak rela lahan pertanian warga terserang, karena pada musim ini ada banyak gagal tanam apalagi di tengah pandemic Covid-19, ekonomi masyarakat sangat terganggu,” katanya.

Ia juga menyampaikan kendala yang sedang dialami saat ini adalah keterbatasan kendaraan operasional. “Kami hanya punya satu kendaraan operasional sehingga selalu terkendala. Dan, minggu lalu saya berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan kami dibantu pinjam satu unit mobil panther yang bisa bantu kami dalam membagi beberapa titik kegiatan dan ini butuh kerja ekstra,” ujarnya.*) Aloysius Rivaldi Talo

Editor: Laurens Leba Tukan