1 Ton Beras dari Wagub untuk Susteran OMJM

0
259
Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi yang didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu dan Kabdi Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos NTT, Djose Nai Buti disambut pimpinan Susteran OMJM di Biara OMJM Kayu Putih, Kota Kupang, ketika pembagian 1 ton beras dari Pemprov NTT, Minggu (28/6/2020). Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (Wagub NTT) Josef A. Nae Soi menyerahkan 1 ton beras untuk biara susteran OMJM di Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, Minggu (28/6/2020).

Bantuan itu diserahkan Wagub Nae Soi sebagai wujud perhatian Pemerintah Provinsi NTT kepada biara yang diresmikan pada 23 Pembruari 2011 silam itu yang terdampak pandemi Covid-19. Beras yang disumbangkan itu dibeli langsung dari para petani di beberapa wilayah di Kabupaten Kupang.

“Saya harus beri hormat yang luar biasa kepada Suster pimpinan OMJM, karena Spanyol dan Kupang muy lejos (sangat jauh) tetapi bisa datang dan berkarya di Kupang ini, luar biasa. Saya ucapkan muchas gracias (terimakasih banyak) karena sudah membantu anak-anak Indonesia supaya bisa mengenal dunia dan kehidupan Tuhan Yesus,” sebut Wagub Nae Soi yang saat itu didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu dan Kabdi Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos NTT, Djose Nai Buti yang hadir bersama Tim Tagana Dinsos NTT.

Wagub Nae Soi mengajak para suster dan semua elemen masyarakat untuk terus berdoa agar NTT jangan sampai seperti yang terjadi di Spanyol yang terkenal dengan flu Spanyol yang mengakibatkan banyak sekali orang meninggal. “Spanyol memberikan pelajaran yang luar biasa kepada dunia bahwa jangan main-main dengan virus seperti Covid-19. Juga seperti di Italia, karena menganggap enteng virus ini lalu banyak orang meninggal dunia,” ujarnya.

Pose bersama Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi yang didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Marius Ardu Jelamu dan Kabdi Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos NTT, Djose Nai Buti dengan para Suster di Biara OMJM Kayu Putih, Kota Kupang, usai pembagian 1 ton beras dari Pemprov NTT, Minggu (28/6/2020). Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

Saat itu Wagub Nae Soi juga mengatakan, Provinsi NTT sudah diberikan predikat sebagai provinsi percontohan penanganan  Covid-19 oleh Gugus Tugas Covid-19 Nasional. “Semoga kedepan tidak terjadi hal-hal yang tidak dinginkan dan Covid-19 bisa segera berlalu.

Baca Juga:  Tambah Tiga dari Nagekeo dan Sumba Timur, Total Positif Covid-19 di NTT 85 Orang

Wagub Nae Soi kembali memberikan apresiasi atas pengorbanan dan perhatian pimpinan Susteran OMJM yang telah memilih Kota Kupang sebagai tempat pelayanan. “Saya dan Pak Gubernur Viktor Laiskodat dan seluruh masyarakat NTT mengucapkan terimakasih atas pengabdian suster meninggalkan keluarga yang jauh di Spanyol dan berbahkti di Kota Karang. Kalua mau enak, maka suster jauh lebih memilih di Sapnyol, tetapi inilah pengorbanan yang luar biasa, dan beras satu ton ini sebagai tanda terimaksih dan semoga bisa membantu para suster di biara ini,” ujar Wagub Nae Soi.

Untuk diketahui, Tarekat OMJM didirikan pada tanggal 14 November 1939 oleh Beata Maria Pilar Izquerdo di Kota Madrid, Spanyol. OMJM resmi menjadi Kongregasi Keuskupan pada 27 Juli 1961 dan menjadi Kongregasi Kepausan pada 12 Oktober 1981.

Tarekat yang berpusat di kota Logrona, Spanyol ini memilih aktif menghadirkan hidup Yesus ke seluruh dunia melalaui karya-karya kasih dengan spiritual devosi khusus kepada Hati Kudus Yesus dan Bunda Maria Tanpa Noda.

Dikutip dari poskupang.com, pada 5 Juni 2006 silam, pimpinan General Tarekat OMJM, Sr. M.M. Jesus Carbajo mengunjungi Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr untuk meminta perkenanan Uskup Turang agar OMJM bisa diterima dan berkarya di wilayah Keuskupan Agung Kupang.***Laurens Leba Tukan