Masuk Lewat Jalur “Tikus”, ODP di Lembata Reaktif Rapid Test

0
618
Bupati Lembata Eliaser Yantji Sunur didampingi Ketua DPRD Lembata Petrus Gero dan Tim Gugus TUgas ketika melakukan konferensi pers di RSUD Lewoleba pada Jumat (15/5/2020) sore.. Foto: SelatanIndonesia.com/Teddi Lagamaking

LEWOLEBA,SELATANINDONESIA.COM – Pemerintah Kabupaten Lembata kembali mengumumkan adanya satu orang yang dinyatakan reaktif setelah dilakukan rapid test. Dari hasil rapid test itu, total reaktif dari hasil test cepat tersebut naik menjadi sembilan orang.

“ODP tersebut datangnya dari klaster Alor-Pantar melalui jalur tikus di Balauring. Dia sudah lama di sana dan baru kemarin masuk,” sebut Bupati Lembata Eliaser Yantji Sunur ketika melakukan konferensi pers di RSUD Lewoleba pada Jumat (15/5/2020) sore.

Bupati Sunur yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19  Kabupaten Lembata menjelaskan, tim dokter RSUD Lewoleba sudah lakukan rapid test tadi pagi dan hasilnya reaktif sehingga mereka yang sedang menjalani masa isolasi menjadi sembilan orang .

“Ini kecolongan dari pemerintah desa Balauring sehingga orang dari luar bisa lolos masuk ke Lembata,” ujarnya.

Bupati Yentji Sunur menambahkan, terkait adanya 10 pasien yang selama ini di karantina  akan dipulangkan ke rumah dan selanjututnya menjalani karantina mandiri. Pasalnya dari hasil pemeriksaan Swab tahap pertama semua sampel menunjukan hasil negatif.

“Kita kasi pulang ke rumah dan mereka jalani karantina mandiri disana, sesuai syarat dan ketantuan dari pemda Lembata dan atas ijin dari pemerintah desa dan masyarakat setempat,” katanya.

Dilanjutkan Bupati Sunur, ODP dari klaster Alor-Pantar tersebut akan terus dipantau dan ditangani secara medis sambil menunggu masa pemeriksaan sampel Swabnya,” sebutnya.*)Teddi Lagamaking

Editor: Laurens Leba Tukan

Baca Juga:  Wabup Langoday: Saya Tidak Mau Ada Anak Lembata Mati Karena Covid-19