Wabup Lembata Ajak Masyarakat Halau Pelaku Perjalanan Lewat Jalan “Tikus”

373
Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday ketika meninjau kebun sorgum milik warga desa Wuakerong, Kecamatan Nagawutung, Rabu (29/4/2020). Foto: SelatanIndonesia.com/Teddi Lagamaking

LEWOLEBA,SELATANINDONESIA.COM – Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday mengajak masyarakat untuk ikut serta membantu pemerintah dalam memutus mata rantai pandemi Covid-19 di Kabupaten Lembata. Salah satunya adalah dengan cara menghalau para pelaku perjalanan yang menggunakan jalur “tikus”.

“Menyikapi beberpa kejadian dari pelaku perjalanan dari luar melewati jalur tikus,saya minta pemerintah desa dan semua unsur masyarakat harus sigap menghalau,” ujar Wabup Langoday di Desa Wuakerong, Kecamatan Nagawutung, Rabu (29/4/2020).

Dikatakannya, jika ada pelaku perjalanan dari luar desa atau dari luar Lembata, dan berasal dari daerah pandemi, maka harus segera dihalau dan menghubungi petugas supaya secepatnya dijemput untuk ditangani. “Karena desa Wuakerong menjadi salah satu desa pesisir Nagawutung,” katanya.

Wabup Langoday saat itu sedang melakukan pemantauan ke desa-desa untuk memastikan kegiatan masyarakat yang terkena dampak Covid-19 dan meninjau secara dekat kesiapan posko-posko desa. Dalam kunjungan kali ini, Wabup Langoday menyisir beberapa desa di wilayah Nagawutung.

Pada pertemuan terbatas di kantor desa Wuakerong, Wabup Langoday menghimbau, masyarakat tidak perlu lagi panik, tetapi lebih banyak bekerja seperti biasa dengan selalu mengikuti protap yang ada.

“Kerja seperti biasa, mengingat kondisi ekonomi lagi tidak stabil. Tapi perlu terapkan protap juga”, sebutnya.

Dikatakannya, Pemda Lembata sedang dalam tahapan penanganan dan pencegahan Covid-19, karena itu semua masyarakat perlu berpartisipasi dengan pemerintah.

Ia juga menjelaskan, terkait jaring pengaman sosial, bahwa Bantuan Langsung Tunai yang dibiayai dari dana desa  harus secepatnya direalisasi dengan mengikuti peraturan menteri. “Petugas segera lakukan pendataan untuk selanjutnya disalurkan kepada KK, sesuai dengan hasil musyawara antara kepala desa, BPD serta unsur masyarakat lainnya,” katanya.

Usai pertemuan di kantor desa, Wabup Langoday mengunjungi kebun sorgum milik salah satu warga desa Wuakerong. Petani sorgum ini, perlu mendapat perhatian serius oleh pemerintah, melakukan dampingan dan edukasi secara terus menerus.

Baca Juga:  Kemesraan TNI-Polri Buleleng, Beramal di Tengah Pandemi

Langoday sedikit menggambarkan, kondisi pertanian beberapa tempat alami gagal pananen, khususnya jagung dan beberapa hasil pertanian lainnya. Ia mencontohkan, di Ile Ape dan Ile Ape Timur, untuk tahun ini hasil panen jagung menyusut jauh. Tahun lalu hasilnya begitu melimpah, kini anjlok dari biasanya.

Menurutnya, persediaan pangan untuk daerah Nagawutung tahun ini masih normal. Pasalnya hasil tani sebagian besarnya masih stabil, sehingga stok kebutuhan tahun ini tercukupi.

Wabup Langoday mengapresiasi usaha dan kiat-kiat petani masyarakat kecamatan Nagawutung yang tetap berusaha pada kondisi pandemi. Dirinya juga mengapresiasi petani sorgum itu, karena hasil sorgum musim ini berkembang baik.)*Lagamaking

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap