Jaga Stabilitas Ekonomi, Bupati Lembata Bakal Buka Pasar Rakyat

446
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur ketika memberikan keterangan kepada wartawan usai melantik para Penjabat Kepala Desa dan Anggota BPD di Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Rabu (22/4/2020). Foto: SelatanIndonesia.com/Teddi Lagamaking

LEWOLEBA,SELATANINDONESIA.COM – Untuk menjaga stabilitas perekonomian masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lembata dalam waktu dekat bakal membuka semua pasar rakyat yang selama ini ditutup.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur mengatakan itu usai melantik para Penjabat Kepala Desa dan Anggota BPD di Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Rabu (22/4/2020).

Dibukanya akses pasar rakyat, Bupati Sunur beralasan, keadaan ekonomi masyarakat semakin hari semakin tak menentu dan dampaknya sangat terasa.

Bahkan, sumber penghasilan petani, pedagang dan lainnya dengan upah harian bisa lumpuh total akibat dibatasi akses jual beli dan dagang di pasar.

“Di Kedang-Walangsawa pasar ditutup,  empat desa kena imbas. Atadei juga sama, Ile Ape juga sama. Orang enggan ke kota, kita perhatikan serius, ekonomi merosot, tidak seperti biasanya,” ujar Bupati Sunur.

Semestinya, kata dia, semua pihak di Lembata hanya membatasi orang dari luar untuk masuk sehingga jumlah ODP/PDP yang dikarantina dan bahkan diisolasi tidak bertambah.

Menurut Bupati Sunur, pembukaan pasar rakyat di seluruh wilayah Lembata merupakan solusi dan jalan keluar untuk mengatur stabilitas ekonomi masyarakat agar selalu normal, selain terbatasnya stok alkes covid-19 dan jumlah dokter dan tenaga medis.

Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Lembata ini mengatakan, demi mendukung aktivitas pasar, dagang dan bisnis agar berjalan normal, dipastikan tidak ada lagi pelaku perjalanan dari zona merah Covid-19, didukung kemanan setiap desa yang memadai.

“Dalam waktu dekat jika pelaku perjalanan dari luar daerah tidak ada, dan dipastikan aman maka secepatnya pasar-pasar rakyat setiap kecamatan boleh beroperasi. Semua sudah aman, kita buka saja. Pasar mana mau buka, kita buka saja. Kalau mau dua minggu ke depan. Saya akan tanggung jawab ke Presiden,” sebut Bupati Sunur.

Baca Juga:  Ini Jagoan Demokrat di 9 Pilkada NTT

Terkait Kartu Pra Kerja, Bupati Yentji Sunur menegaskan, masyarakat harus daftar dan ikut. Pasalnya, semenjak program itu diluncurkan belum ada satu orang Lembata yang mendaftar.

Dikataknnya, dengan Kartu Pra Kerja, masyarakat dibantu dan dimudahkan dari sisi keuangan. “Pemerintah desa diminta mendata semua warganya sesuai petunjuk resmi, selanjutnya dibawa ke Kabupaten untuk didaftarkan secara online oleh dinas teknis supaya secepatnya mendapat transfer dari pemerintah pusat,” katanya.

Bupati Sunur menghimbau masyarakat harus mendukung pemerintah melakukan semua kegiatan pencegahan Covid-19. “Pemerintah selalu menjadi yang terdepan bagi masyarakat,” pesan Bupati Sunur.)*Lagamaking

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap