Bos Weeding Shop Ditahan Penyidik Polresta Kupang

0
593
ilustrasi pengantin

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM –  Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Dessy Caroline Chandra, pemilik weeding shop Kupang yang dilaporkan Hengky Go, warga Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa Kota Kupang, akhirnya  berujung pada penahanan terhadap  pelaku oleh  penyidik Polres Kupang Kota (Polresta) pada Jumad sore  pkl. 17.00 wita (28/2/2020).

Dalam keterangan tertulis yang diterima SelatanIndonesia.com dari kuasa hukum Hengky Go, Sabtu (29/2/2020) disebutkan, tersangka Dessy Caroline Chandra yang sebelumnya dilaporkan oleh Hengky Go atas dugaan penipuan  terkait pekerjaan  renovasi rumah weeding shop yang berada di jalan WZ. Yohanes Kupang No. 20 B-C ini, akhirnya ditahan secara resmi oleh penyidik Polresta Kupang untuk kepentingan proses hukum.

Terpantau di Mapolreta Kupang Kota,  Dessy yang didampingi penasehat hukumnya  George Nakmofa, SH,  setelah menjalani pemeriksaan diruang Tipidum Satreskrim Polres Kupang Kota, akhirnya ditahan.  Hadir pada kesempatan itu, pihak pelapor Hengky Go  bersama penasehat hukumnya, Herry F.F Battileo, SH., MH yang juga turut menyaksikan  detik – detik penahanan Dessy Caroline.

Kepada media ini, Hengky Go mengatakan,  dirinya mengapresiasi kinerja penyidik Polres Kupang Kota karena cepat merespon kasus yang dilaporkannya.  Sebagai pihak yang dirugikan dan menjadi korban dalam kasus ini,  Hengky sedikitpun tidak menaruh rasa benci ataupun marah terhadap tersangka Dessy yang telah melakukan pencemaran nama baiknya, bahkan melaporkan dirinya  di Polda NTT.

“Saya kira dia (Dessy) harus mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum.  Saya dan keluarga  telah menyerahkan kasus ini pada penasehat hukum dan mendukung proses hukum selanjutnya,” ujar Hengky.

Sekedar diketahui, sebelumnya Hengky Go  melaporkan pemilik Weeding Shop Kupang, Dessy Caroline Chandra  ke penyidik Mapolresta Kupang.  Kasus ini bermula dari  pekerjaan renovasi rumah weeding shop milik  Dessy  oleh Hengky Go.  Namun dalam perjalanan saat pekerjaan hampir selesai, Dessy secara sepihak memberhentikan dirinya  dengan alasan yang tidak masuk akal.  Olehnya Hengky merasa ditipu  karena uang pekerjaan renovasi rumah milik Weeding Shop  yang dikerjakannya masih tersisa sebesar Rp. 153 . 750.000. *)

Baca Juga:  Kebakaran Meluas di Ile Ape, Polisi Telusuri Pelaku

Editor: Laurens Leba Tukan