Litianak, Wisata Pantai yang Memukau di Rote Barat Laut

0
1247
Pantai Litianak di desa Holulai Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, diabadikan Minggu (23/2/2020). Foto: SelatanIndonesia.com/Samek

ROTENDAO,SELATANINDONESIA.COM – Litianak. Demikian masyarakat desa Holulai Kecamatan Rote Barat Laut menyebutnya sudah sejak lama. Konon, nama Litianak sendiri diambil dari nama pohon tempat menggantung jasad musuh, korban perang pada jaman dahulu. Karena letaknya tak jauh dari pantai, tempat ini kemudian dikenal sebagai pantai Litianak.

Kawasan ini dipenuhi oleh tumbuhan mangrove jenis soniratia. Dengan luasan mencapai 2 hektarE, kawasan ini masuk dalam kawasan yang dilindungi. Selain tumbuhan mangrove, pantai ini memiliki bentangan pasir putih yang panjang. Sehingga perpaduan ini semakin menambah pesona alam yang indah.

Pantai Litianak di desa Holulai Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, diabadikan Minggu (23/2/2020). Foto: SelatanIndonesia.com/Samek

Pantai ‘Litianak’ yang sangat potensial ini, kini mulai dikembangkan menjadi objek wisata pantai. Melalui UPT KPH Provinsi NTT, tahun 2019 lalu, dana Rp. 459 juta dikucurkan dalam APBD 1 untuk penataan wilayah ini.

Hasilnya, telah terbangun 263 meter jembatan (trayek), 3 unit gazebo, 3 unit menara pemantau, 1 unit gapura, 1 unit pos tiketing dan 2 unit toilet umum. Pembangunan objek wisata pantai ini masih terus berlanjut. Mengingat wilayah ini memiliki banyak spot yang belum tersentuh, sehingga UPT KPH telah menetapkan pembangunan lanjutan.

“Konsepnya tetap konservasi. Sehingga tidak merusak habitat alam di sekitarnya. Apalagi ini hutan mangrove yang perlu dijaga kelestariannya. Dan pembangunannya masih dilanjutkan pada awal Maret tahun ini,” kata Nick Laheroi Ndolu Kepala UPT PKH Rote Ndao, kepada media ini di pantai Litianak, Minggu (23/2/2020).

Pembangunan lanjutan yang direncanakan kata Nick adalah, menambah panjang jembatan (trayek), menyiapkan wahana bermain, dan membangunan fasilitas penunjang aktifitas kuliner serta lapak-lapak penjualan bagi pedagang kaki lima. Rencana lanjutan ini kembali dibiayai oleh APBD 1 senilai Rp. 388 juta untuk tahun 2020.

Selain panorama alamnya yang indah, sarana yang terbangun tersebut kini telah dinikmati masyarakat untuk berekreasi. Ramainya pengunjung paling banyak terlihat saat akhir pekan.

Baca Juga:  Sinar Mas Tebar Cinta dari Selatan NKRI
Pantai Litianak di desa Holulai Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, diabadikan Minggu (23/2/2020). Foto: SelatanIndonesia.com/Samek

Melani Lesiangi dan Lindra Lesiangi misalnya, kedua pengunjung yang berasal dari desa Lidabesi Kecamatan Rote Tengah ini, mengaku tak heran dengan keramaian di pantai Litianak. Kedua bersaudara yang lebih dari sekali mengunjungi tempat ini mengungkapkan kepadatan pengunjung yang pernah dialaminya. Saking ramainya, mereka juga kesulitan untuk menjangkau tempat dimana mereka ingin berselfi ria.

“Tempat ini sangat ramai. Pernah kami harus desak-desakan untuk sampai di sini hanya untuk berfoto, karena spotnya keren”, kata Melani dibenarkan Lindra. Melani mengaku kagum terhadap keindahan alam yang dititipkan Tuhan di desa Holulai. “Tempat ini sangat keren. Indah, pokoknya wow. Dengan pembangunan seperti ini, menambah kecintaan terhadap kekayaan alam Rote Ndao. Indonesia,” katanya.

Semakin ramainya pantai Litianak yang dikunjungi, berdampak pada peningkatan perekonomian warga sekitar. Pedagang yang secara dadakan berjualan di lokasi itu mengaku ada tambahan penghasilan. “Ya, cuma sekedar kopi dengan cemilan, tetapi cukup memenuhi kebutuhan lainnya. Kedepan pasti lebih dari ini, karena pengunjungnya semakin banyak”, ungkap Eduard Ndolu yang berjualan di lokasi Litianak.

Lokasi Litianak yang terbuka itu, pernah digunakan warga untuk menggelar acara. Beberapa acara yang sudah digelar adalah acara ulang tahun, syukuran dan kegiatan gerejawi.

Terpantau media ini, pengunjung yang memadati tempat itu paling banyak berasal dari luar Kecamatan Rote Barat Laut. Puluhan kendaraan roda empat, bahkan jenis truck pun terparkir di lokasi itu. Belum lagi kendaraan roda dua yang memadati area parkir yang belum ditata. Bahkan, ada pengunjung yang rela membawa peralatan sound systemnya sehingga dentuman musik kian menambah semarak berpiknik di pantai Litianak. *samek

Editor: Laurens Leba Tukan