Motivasi Sang Doktor Untuk Milenial Ampera

493
Wakil Bupati Lembata DR. Thomas Ola Langoday pose bersama Kepala SMP Ampera Ile Ape Bibiana Perada Bali, S.Pd dan jajaran guru di halaman depan sekolah, Senin (17/8/2020). Foto;selatanindonesia.com/teddy laga making

LEMBATA,SELATANINDONESIA.COM – Wakil Bupati Lembata DR. Thomas Ola Langoday mengunjungi para milenial di SMP Ampera Ile Ape, Kabupaten Lembata. Kunjungan bekas Dosen Ekonomi Unwira Kupang ini selain untuk memastikan proses kegiatan belajar mengajar di sekolah, juga ingin mengetahui kesiapan para guru dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa-siswi yang adalah kaum milenial Lembata.

Selain SMP Ampera, Wakil Bupati juga melakukan kunjungan di SDI Kolontobo di Kecamatan Ile Ape, Senin (17/2/2020). Di SMP Ampera, Thomas Ola berkesempatan meninjau kelas 7, 8 dan 9. Ia memberikan motivasi dan semangat untuk para siswa sebagai upaya pengembangan jati diri dan pembentukan karakter pribadi.

“Siswa siswi harus mempunyai mimpi dan visi yang besar selama berada di jenjang pendidikan formal, sehingga setelah selesai melaksanakan study para siswa telah siap menerima segala perubahan besar dalam kehidupan social,” ujarnya.

Kepala SMP Ampera Bibiana Perada Bali, S.Pd menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Lembata yang bersedia hadir dan terlibat langsung memantau proses jalannya kegiatan belajar mengajar baik kesiapan para guru maupun peserta didik di dalam kelas.

Jebolan FKIP Bahasa Inggis Undana Kupang ini menyampaikan kepada Wabup Lembata tentang kondisi dan status sekolah SMP Swasta Ampera Ile Ape yang sempat menuai banyak kontorversi di masyarakat terkait dengan status dan legalitas sekolah dalam penyelanggaraan pendidikan.

“Kami minta agar Bapak Wakil Bupati melalui dinas teknis (Dinas PKO) agar bisa membantu dan menerangkan secara jelas seperti apa keberadaan sekolah ini. Mulai dari sejarah dibentuknya Yayasan Persekolahan Ampera hingga terbentuk pula SMP Swasta Ampera Ile Ape ini. Ini sebagai langkah menepis semua polemik dan persepsi masyarakat akan sekolah kami”, ujar Bibiana.

Baca Juga:  Ini Kriteria Penerima BLT untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 di Lembata

Oktovianus Ama Lawe, S.Pd juga berharap agar intensitas kunjungan bisa dapat dilakukan kapan saja oleh Wakil Bupati Lembata, sebagai bentuk dukungan baik dari sisi gagasan dan pikiran bagi proses mengajar untuk para guru dan juga menjadi motivator bagi peserta didik untuk selalu semangat dalam belajar.

Menanggapai itu, Wakil Bupati Lembata DR. Thomas Ola berkomitmen melakukan koordinasi bersama dinas PKO dan Lembaga Yayasan Persekolahan Ampera sehingga bersama-sama bisa menemukan solusi atas dinamika yang terjadi.

“Dinamika dalam dunia pendidikan itu hal lumrah dan pasti dialami oleh lembaga pendidikan manapun, entah itu lembaga milik negeri/pemerinth ataupun milik swasta. Dinamika yang terjadi menandakan bahwa ada progres yang baik. Pihak sekolah jangan takut. Ampera tetap eksis,” ujarnya optimis.

Wabub Langoday berpesan kepada Kepala Sekolah dan jajaran tenaga pengajar untuk selalu total dalam mengajar peserta didik. Menurutnya, dengan fenomena kekinian yang tengah dialami generasi milenial, akan krisis moral dan karakter diri, Thomas Ola merasa cemas. Ia berpesan kepada para guru untuk selalu berlaku jujur dan bijaksana. Guru adalah dasar bagi pembentukan karakter siswa sekolah.

“Guru boleh salah, tapi guru tidak boleh berbohong. Jika kita memberikan kepercayaan yang besar kepada seseorang cukuplah kita mencari atau memilih guru. Sebab lewat dan melalui guru kita akan menemukan kejujuran. Pilihlah guru”, tutup Mantan Guru Besar Fakultas Ekonomi Unwira Kupang. **Teddi Lagamaking

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap