Jelang Pilkada Flotim, Ketua Agupena: “Bukan Soal Siapa, Tapi Apa dan Bagaimana”

895
Ketua Agupena Flotim Maksimus Masan Kian dalam sebuah kesempatan edukasi literasi bagai generasi muda Flores Timur. Foto: dokumen pribadi Maksimus

LARANTUKA,SELATANINDONESIA.COM – Maraknya informasi yang beredar di media sosial, seputar siapa Bupati Flores Timur dalam Pilkada  mendatang, Ketua Agupena Flores Timur angkat bicara. Maksimus Masan Kian, kepada selatanindonesia.com di Larantuka, Senin (17/2/2020) mengatakan, saat ini tidak strategis bicara soal siapa yang akan memimpin Flores Timur dalam Pilkada mendatang, namun yang terpenting adalah, apa dan bagaimana Flores Timur kedepan.

“Pilkada kita akan terjadi pada tahun 2024, saat ini tahun 2020 dimana kepemimpinan Anton Hadjon dan Agus Boli jalan tiga tahun dan tersisa dua tahun karya pengabdian di Flores Timur. Akan lebih strategis kita bicara soal persentase keberhasilan dalam merealisasikan program dan kendala pencapaian program untuk  kepemimpinan hingga saat ini,” ujar aktifis literasi ini.

Menurut Maksimus, jikalau ada survei, bisa dilakukan survei program-program mana yang telah direalisir dan program mana yang belum, termasuk dengan catatan kendala yang dialami.

Sekretaris PGRI Kabupaten Flores Timur ini mengatakan, Flores Timur kelebihan orang pintar, hanya belum terampil dalam memetahkan masalah juga potensi yang bisa dikembangkan dalam meningkatkan kemajuan dan perubahan Flores Timur. “Mestinya anak yang lahir dari rahim Flores Timur dengan segala potensi, pengetahuan, keterampilan dan kepintarannya, memberikan sumbangan pemikiran yang konstruktif dan mampu melahirkan karya nyata untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kritik-kritik kritis sudah saatnya diwujudnayatakan sebagai  persembahan terindah untuk membangun Flotim,” ujarnya.

Bagi Maksimus, saat ini yang harus lebih banyak tersaji adalah masalah yang dialami di Flores Timur, potensi yang dimiliki, hingga seperti apa figur yang bisa membawa perubahan, dan bagaimana cara ia melakukannya. “Kita batasi diskusi soal siapa. Dominasi diskusi kita adalah tenang apa dan bagaimana yang harus dilakukan untuk perubahan Flores Timur. Jika diskusi dimulai dari siapa, masing-masing akan memasang taring kepentingan, membangun kubu dan yang muncul adalah, diskusi tanpa ujung dan pangkal. Lihat dan belajarlah pada daerah lain, yang dalam keterbatasan bergerak maju. Sudah saatnya kita saling mendukung, bersatu dan fokus bekerja untuk kemajuan dan kemandirian masyarakat Flotim,” ujar Maksimus.

Baca Juga:  Tahun Ini Tiga Daerah di NTT Bakal Dipimpin Penjabat dari Provinsi

Terpisah, pegiat senin nasional asal Flotim, Silvester Petara Hurit, mengatakan, Bupati dan Wakil Bupati yang sedang berjalan fokus bekerja. 2 tahun adalah waktu yang berharga untuk benahi dan buat banyak hal bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.

Sedang partai politik mesti proaktif melakukan pendidikan politik kewargaan, intelektual dan lembaga pendidikan mengiatkan  pencerdasan publik dan masyarakat dituntut lebih kritis, objektif dalam mempersiapkan dan memilih pemimpin di periode berikut, siapapun itu yang penting yang terbaik.

Terkait wacana seputar nama nama calon Bupati, bagi Silvester tidak masalah. “Untuk saya tidak masalah. Yang penting kita semua fokus bekerja, proses mengancang-ancang siapa calon bupati dan wakil bupati ke depan adalah dinamika yang wajar di tengah media informasi yang kian terbuka ini,” kata Sil.**Iks

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap