Laka Lena Pimpin Komisi IX Jemput WNI Wuhan di Halim

258
Wakil Ketua Komisi IX Emanuel Melkiades Laka Lena bersama anggotanya menyalami para WNI eks Wuhan ketika tiba di Bandara Udara Halim Perdana Kusuma, Sabtu (15/2/2020). Foto: Dokumen pribadi Melky Laka Lena

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin para anggota Komisi IX menjemput langsung para Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Wuhan, China lantaran virus corona yang melanda negeri itu. Para WNI yang disambut langsung di tangga pesawat di bandara Halim Perdana Kusuma itu adalah mereka yang selsai menjalankan masa observasi di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau selama 14 hari setelah dijemput dari Wuhan.

“Kemarin saya bersama teman-teman anggota Komisi IX juga perwakilan Pemda asal dan keluarga dari masing masing WNI eks Wuhan termasuk Gubernur Kalimantan Timur Pak Isran Noor dan pejabat TNI Polri, kami jemput merea di tangga pesawat,” ujar Melky Laka Lena yang dihubungi dari Kupang, Minggu (16/2/2020).

Ketua Golkar NTT ini menggambarkan, suasana riang gembira serta dengan wajah berserih, para WNI eks Wuhan tidak sabar lagi untuk bertemu keluarganya. “Kami jabatan tangan dan pelukan dengan mereka dengan suka cita,” ujar Melky.

Dijelaskannya, Menteri Kesehatan dan perwakilan WHO memimpin langsung rombongan pertama untuk menjemput para WNI eks Wuhan di Natuna dengan menggunakan pesawat Boeing milik TNI Angkatan Udara.

Kementerian Kesehatan melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Achmad Yurianto, mengatakan observasi WNI dari Wuhan yang di Natuna, berakhir pada tanggal 15 Februari 2020 pukul 12.00 setelah itu akan dibawa ke Jakarta.

”Rencananya pada jam 7 pagi dari Jakarta menuju Natuna akan berangkat 3 pesawat TNI AU, terdiri dari 2 boeing 737 dan 1 Hercules. Ini adalah sejumlah pesawat yang sama pada waktu menjemput mereka dari Batam ke Natuna,” kata Achmad di Natuna, Kamis (13/2/2020) seperti dikutip rri.co.id

Baca Juga:  Catatan Akhir Tahun Golkar NTT: Melki Laka Lena Yang Tak Pernah Lelah Urus Aksi Kemanusiaan

Warga yang diobservasi sebagian besar adalah mahasiswa dari 30 provinsi (Perempuan 158 orang, Laki-laki 80 orang) dengan usia termuda 5 tahun dan usia tertua 64 tahun, beserta tim KBRI 5 orang, Tim penjemput 24 orang, dan crew Batik Air 18 orang.

”Data yang kami miliki saudara-saudara kita yang sebagian besar mahasiswa itu berasal dari 30 provinsi sebarannya paling banyak adalah Jawa Timur 68 orang, Lampung 1 orang, Jakarta 12 orang, Aceh 13 orang, Papua 8 orang, Papua Barat 6 orang, dan seterusnya,” ucap dr. Yuri.

Pemerintah juga akan menyerahkan kru PT Lion yang menjemput WNI ke Wuhan dan menjalani masa observasi selama 14 hari. ”Ini yang akan dilakukan dalam mengakhiri masa observasi. Selanjutnya hanggar yang digunakan sebagai tempat observasi akan dilakukan desinfeksi,” ujar Yuri.***laurens leba tukan

Center Align Buttons in Bootstrap